Menurut Kantor Berita ABNA, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif berbicara secara online di forum The Council on Foreign Relations (CFR) hari Senin (21/9/2020) mengatakan, "Pelanggaran norma internasional oleh AS meningkatkan kekhawatiran masyarakat dunia,".
Zarif juga menyampaikan komitmen negaranya terhadap hukum internasional.
"Iran selalu menghormati hukum internasional dan tidak menyerang suatu negara," ujar Zarif.
Ditanya mengenai pengaruh normalisasi hubungan antara UEA dan Bahrain dengan rezim Zionis yang berpotensi mengisolasi Iran, Menlu Iran mengatakan, "UEA dan Bahrain sebelumnya telah memiliki hubungan dengan rezim Israel dan masalah isolasi harus melihat ke Dewan Keamanan PBB, negara manakah yang terisolasi?"
Zarif juga mengomentari klaim AS atas serangan siber Tehran terhadap Washington, dengan menjelaskan, "Amerika Serikat secara sengaja melancarkan serangan siber terhadap Iran untuk menonaktifkan peralatan nuklir yang sangat sensitif. Hal ini jelas membahayakan nyawa ribuan orang. Ada banyak artikel dan dokumen mengungkapkan masalah ini,"
Menyinggung sanksi baru AS terhadap Kementerian Pertahanan Iran, Zarif memaparkan, "Sanksi yang dijatuhkan AS terhadap Iran bukanlah hal baru dan tidak berdampak signifikan terhadap Iran."
"AS telah melancarkan semua tekanan dari berbagai arah terhadap Iran, tetapi selalu gagal," tegasnya.(PH)
342/