Menurut Kantor Berita ABNA, salah seorang ulama marja taklid yang bermukim di Karbala Irak, Ayatullah al-Uzhma Sayid Muhammad Taqi Mudarrisi dalam ceramahnya yang disampaikan dalam peringatan Asyura mengatakan umat Islam Syiah meski berada dalam kondisi tertekan dan mendapat permusuhan luar biasa dari pihak penguasa dari zaman ke zaman terutama dari Khilafah Dinasti Umayyah dan Abbasiyah namun masih tetap eksis sampai hari ini.
Ia berkata, "Dua kekhususan pengikut Syiah sehingga eksistensinya masih terus terjaga sampai hari ini adalah keberanian dan adanya loyalitas pada kepemimpinan Syiah. Kedua hal inilah yang membuat Syiah masih tetap ada sampai hari ini. Dan dua hal ini hakekatnya adalah warisan dari para Maksumin as."
Ulama Syiah Irak ini selanjutnya menambahkan, "Barang siapa yang percaya dan mengikuti Imam Husain as dan mengambil banyak ibrah dari tragedi Karbala yang mensyahidkan beliau, maka ketika berhadapan dengan berbagai kesulitan dan tekanan, ia akan memiliki kekuatan iman untuk menghadapi semua kesulitan dan tantangan itu dengan keberanian Husaini."
"Adanya kepemimpinan dan ketaatan padanya adalah juga faktor penentu utama, terjaganya eksistensi Syiah dari masa ke masa dengan semua rangkaian kesulitan yang dihadapi. Kecintaan pada syahadah membuat semua kesulitan tampak kecil dalam pandangan umat Syiah. Tidak ada ketakutan kecuali ketakutan pada Allah swt telah tertanam keras di hati-hati para Syiah Imam Husain as sepanjang masa. Nilai inilah yang membuat umat Islam Syiah disepanjang sejarah memiliki kemuliaan dan pantang untuk dihinakan." Tambahnya.
Pada bagian lain ceramahnya, Ayatullah Mudarrisi tidak lupa menyampaikan terimakasih kepada jamaah Syiah yang menyelenggarakan majelis-majelis duka sepanjang 10 hari di bulan Muharram dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan di masa pandemi.