Menurut Kantor Berita ABNA, Mohammad Baqer Mohammadi hari Senin (10/8/2020) mengatakan, "Kami telah memberikan layanan kesehatan sejak Sabtu hingga Senin untuk orang-orang yang mendatangi rumah sakit yang berlokasi di sekitar Universitas Nasional Lebanon di distrik Dahiya,".
"Sebagian besar pasien di rumah sakit ini masyarakat umum termasuk wanita, anak-anak, orang tua dan yang terluka akibat ledakan baru-baru ini dan personil keamanan," tegasnya.
Pada 4 Agustus 2020 terjadi ledakan besar di gudang berisi 2.700 ton amonium nitrat di pelabuhan Beirut yang menyebabkan lebih dari 150 orang tewas, dan sekitar 6.000 lainnya luka-luka.(PH)
342/