Menurut Kantor Berita ABNA, Kedubes Lebanon di Amerika kepada majalah Newsweek mengatakan, sejauh yang diketahui pemerintah Lebanon, hingga saat ini bukti-bukti yang ada tidak menunjukkan bahwa ledakan ini akibat serangan atau pemboman.
Menurut Kedubes Lebanon, bukti awal menunjukkan ledakan hebat terjadi di gudang bahan kimia, dan penyelidikan terkait hal ini terus dilakukan.
Seorang pejabat senior Departemen Pertahanan Amerika kepada Newsweek mengatakan, laporan awal menyebutkan ledakan Beirut disebabkan oleh terbakarnya bahan yang mudah terbakar, tapi laporan berikutnya menyebutkan ledakan terjadi di gudang bahan kimia, dan silo gandum.
Surat kabar Lebanon, Al Joumhouriya terkait ledakan Beirut menulis, kemungkinan penyebab ledakan ini yang pertama adalah keberadaan 2.700 ton bahan kimia Amonium nitrat hasil sitaan dari sebuah kapal yang disimpan di gudang nomor 12 pelabuhan Beirut sejak 6 tahun lalu, kemungkinan penyebab kedua adalah serangan rezim Zionis Israel ke gudang ini terutama karena sebelum terjadi ledakan, jet tempur Israel terbang di zona udara Lebanon. (HS)
342/