Menurut Kantor Berita ABNA, salah seorang ulama marja taklid Syiah yang bermukim di kota Qom Iran Ayatullah al-Uzhma Jakfar Subhani dalam pertemuannya dengan Rektor Hauzah Ilmiah Iran Ayatullah A'rafi mengatakan, "Para santri meski telah menyelesaikan pendidikannya di madrasah diniyah, tetap harus berada di jalan ilmu dan pihak madrasah harus tetap memantau perkembangan mereka."
"Kebutuhan para santri terhadap kitab-kitab pelajaran harus terpenuhi, tidak boleh ada satupun santri yang ketinggalan pelajaran, sehingga semuanya mampu memahami pelajaran secara mendalam. Kebutuhan umat saat ini akan santri lebih besar dari periode-periode sebelumnya." Tambahnya.
Guru besar di tingkat tinggi Hauzah Ilmiah tersebut menegaskan bahwa para santri harus berada di jalan tablligh dan ta'lim. Ia menjelaskan, "Para santri harus dibekali kemampuan berceramah di mimbar yang mumpuni. Penguasaan pada materi-materi agama dan akhlak yang dibutuhkan masyarakat harus diutamakan. Ini harus menjadi prioritas utama para pengambil kebijakan dan bagian kurikulum di Hauzah Ilmiah."
Ayatullah Jakfar Subhani kemudian menyinggung masih banyak masjid yang tidak memiliki imam jamaah tetap, mengatakan, "Silakan pihak pimpinan Hauzah mengkoordinir dan mengatur sebaik mungkin, sehingga keluaran Hauzah Ilmiah setidaknya kembali ke wilayahnya masing-masing untuk memberikan pengabdian pada warga se kampungnya."
Ayatullah A'rafi pada pertemuan tersebut sebelumnya telah menyampaikan laporan perkembangan terkini hauzah ilmiah se Iran termasuk kemajuan-kemajuan yang relah dicapai dalam 4 tahun terakhir. Ia juga melaporkan, keterlibatan dan peran hauzah ilmiah dalam proyek nasional penanganan wabah virus COVID 19 yang telah menjadi pandemi saat ini di seluruh dunia.
Sebelumnya Rektor Hauzah llmiah Iran tersebut juga melakukan pertemuan serupa dengan ulama marja taklid lainnya seperti Ayatullah al-Uzhma Nashir Makarim Shirazi dan Ayatullah al-Uzhma Nuri Hamadani.