14 Mei 2020 - 09:06
Corona; Mendemonstrasikan Perilaku Teroris Amerika Serikat terhadap Bangsa Iran

Presiden Republik Islam Iran mengatakan, "Amerika Serikat selalu menjadi teroris, tetapi belum pernah terjadi sampai sebatas ini, sehingga dalam kasus penyakit pandemi Corona, mereka berusaha mempersulit masuknya obat-obatan ke Iran."

Menurut Kantor Berita ABNA,Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran hari Rabu (13/05/2020) dalam sidang kabinet dalam menanggapi sikap anti-Iran baru-baru ini oleh pejabat pemerintah AS mengatakan, "Ada sejumlah orang yang tidak dikenal di Gedung Putih dan Menteri Luar Negeri AS belum membaca alfabet politik."

Dengan wabah global penyakit Corona, klaim palsu pemerintah AS semakin jelas soal tidak ada sanksi bagi masuknya obat-obatan dan peralatan medis ke Iran. Para pejabat Gedung Putih selama era Corona selalu bersikeras mengejar kebijakan tekanan maksimum terhadap bangsa Iran dan mengklaim di depan media bahwa rute ekspor obat-obatan dan peralatan medis ke Iran tidak diblokir.

Klaim itu disampaikan ketika saluran klaim AS hampir tidak efektif dalam pertukaran barang-barang kemanusiaan, termasuk obat-obatan dan persediaan medis lainnya dengan Iran.

Dalam konteks ini, pemerintah Swiss baru-baru ini mengakui bahwa saluran keuangan yang diklaim AS untuk impor obat-obatan dan peralatan medis ke Iran belum membuahkan hasil khusus dan bahwa tidak ada pertukaran khusus yang terjadi dengan saluran ini.

Faktanya adalah bahwa mendefinisikan dan menciptakan saluran keuangan untuk memfasilitasi perdagangan barang-barang kemanusiaan dengan Iran hampir tidak tersedia, karena lembaga keuangan khawatir akan langkah-langkah hukuman dari pemerintah AS sebagai akibat dari ketidakpatuhan terhadap sanksi ekstrateritorial AS.

Desakan pemerintah AS untuk melanjutkan sanksi dan memberikan tekanan maksimum pada bangsat Iran bukan hanya tidak bermoral dan bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia, tetapi telah membahayakan kehidupan banyak orang biasa dan tidak bersalah di Iran.

Namun, meskipun virus sanksi AS dan virus Corona membatasi kemampuan medis Iran untuk melawan virus global ini, mobilisasi publik Iran dan penggunaan semua sumber dayanya, membuat Iran telah memenuhi kebutuhan medis utamanya untuk menghadapi Corona dan sekarang sedang diekspor.

Terlepas dari sanksi AS zalim, pengelolaan penyakit Corona di Iran sekali lagi menunjukkan kepada dunia bahwa kebijakan AS tentang tekanan maksimum dan isolasi diplomatik terhadap Iran praktis gagal, dan hanya beberapa rezim di dunia telah bergabung dengan kebijakan Washington.

Dalam sebuah laporan pada hari Rabu, Bloomberg News melaporkan usaha tak kenal lelah Amerika Serikat terhadap Iran. Bloomberg menulis, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo tidak mampu mengajak negara-negara di luar mereka yang menandatangani JCPOA untuk bergabung dengan Washington dan bahwa negara-negara itu tidak mengikuti argumen AS terhadap Iran.

Kegagalan kebijakan tekanan maksimum dan sanksi AS terhadap Iran baru-baru ini memaksa pejabat AS untuk mengambil posisi non-diplomatik, yang menunjukkan puncak dari perilaku perilaku teroris mereka terhadap bangsa Iran di tengah perang melawan virus Corona.