Menurut Kantor Berita ABNA, "Berlanjutnya sanksi di tengah pandemi Corona adalah kejahatan terhadap kemanusiaan," ujarnya seperti dikutip laman Farsnews, Ahad (10/5/2020).
Menurut Ayman Susan, sanksi sepihak Amerika dan Uni Eropa terhadap Suriah merupakan perilaku tidak manusiawi dan tindakan bermusuhan ini telah membatasi kemampuan pemerintah Suriah dalam perang melawan virus corona.
Suriah, lanjutnya, menghadapi kesulitan untuk menangani wabah Corona karena perang melawan teroris dan blokade.
Sementara itu, Duta Besar Suriah untuk PBB, Bashar al-Jaafari mengatakan dalam sebuah seminar online bahwa pemerintah AS tidak hanya mendukung teroris di Suriah, tetapi juga meluncurkan terorisme ekonomi, kesehatan, dan politik untuk mengejar kepentingannya sendiri.
Sejak pecahnya krisis Suriah pada 2011, Washington telah menjatuhkan sanksi terhadap pemerintah Damaskus di berbagai bidang. (RM)