Menurut Kantor Berita ABNA, Wakil Presiden Urusan Sains dan Tekhnologi Republik Islam Iran dengan membandingkan data tahun lalu menyebutkan, tahun ini ada lima vaksin yang ditambahkan dalam rencana vaksinisasi nasional, yaitu HPV, influenza, pneumococcus, rotavirus dan leishmania.
Sorena Sattari menyampaikan hal tersebut pada acara penyerahan penghargaan pada industri farmasi yang telah mendapatkan pencapaian kemampuan produksi. Ia juga menyebut bahwa pencapaian industri farmasi dan produsen peralatan medis adalah salah satu kebanggaan nasional.
"Alhamdulillah, kita memiliki sistem yang benar-benar bekerja dengan baik. Industri-industri farmasi telah meraih pencapaian yang membanggakan, dengan sumber daya manusia yang cukup dan kita juga telah menyaksikan kemampuan Iran untuk bisa mengekspor produk farmasi keluar negeri." Ucapnya.
Dengan menyebut industri-industri farmasi Iran mampu memproduksi obat-obatan dan alat-alat medis sesuai kebutuhan nasional, Wakil Presiden Iran ini mengatakan ide-ide dan penemuan-penemuan baru dalam bidang medis bisa dengan segera diproduksi. Ia berkata, "Tentu saja, administrasi makanan dan obat-obatan adalah salah satu keberhasilan di bidang ini, dan kita berharap, dengan kerjasama dan sinergi yang terjalin baik dengan Kementerian-kementerian lain, maka produk-produk bisa segera dipasarkan dan dijangkau masyarakat."
"Kami akan bekerja untuk memperkuat perusahaan-perusahaan ini," kata Sattari, lebih lanjut sambil menyatakan bahwa terdapat dua perusahaan aktif di bidang sel induk.
Dia menunjukkan bahwa peralatan medis juga merupakan salah satu prioritas Pemerintah Iran. Ia berkata, "Kompleksitas dan keunggulan peralatan medis produksi Iran telah diakui dan kami mencari dukungan dari produsen dalam negeri."
Di bagian akhir penyampaiannya, ia menegaskan embargo yang diterapkan Amerika Serikat atas Iran justru menjadi peluang dan kesempatan yang baik untuk mengenjot produksi-produksi dalam negeri. Ia berkata, "Sebelumnya, setiap tahun sekitar 250-300 juta Euro dihabiskan untuk pestisida yang diimpor setiap tahun, yang seharusnya itu bergerak menuju produksi biotek. Dengan cara ini, kita harus dapat memiliki masa depan yang baik bagi kaum muda dan menciptakan lapangan kerja di negara ini."
……
178