(ABNA24.com) Bill Pascrell dan Don Bacon, di suratnya kepada penyidik Dephan AS mengkritik pengumuman kontradiktif departemen ini terkait jumlah militer Amerika yang terluka di serangan rudal Iran ke pangkalan Ain al-Assad dan menuntut transparansi Pentagon di kasus ini.
Petinggi AS termasuk Presiden Donald Trump, Menhan Mark Esper dan Menlu Mike Pompeo pasca serangan rudal Iran ke Ain al-Assad mengklaim tidak ada militer AS yang tewas atau terluka di serangan tersebut.
Dephan AS sejak saat itu secara bertahap menerima adanya korban terluka di antara tentara AS dan jumlah korban tersebut terus meningkat.
Media Amerika selama beberapa pekan terakhir mengutip petinggi Pentagon secara berurut mengumumkan jumlah korban terluka tentara Amerika di serangan rudal Iran ke Ain al-Assad berjumlah 50, 34, 16 dan 8 orang.
Berbagai analisa menunjukkan bahwa balasan rudal Iran mengakibatkan sejumlah tentara Amerika tewas, namun pemerintah negara ini sampai saat ini tidak berencana mengakuinya.
Sepah Pasdaran Iran (IRGC) Rabu (08/01) melancarkan serangan balasan atas gugurnya Syahid Qasem Soleimani di tangan militer Amerika dengan menembakkan puluhan rudal ke pangkalan Amerika di Ain al-Assad.
Seorang petinggi terpercaya IRGC menyatakan selama serangan rudal tersebut, sedikitnya 80 tentara Amerika tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka.
Letjen Soleimani berserta rombongan gugur syahid Jumat (03/01/2020) dalam sebuah serangan udara Amerika di dekat Bandara Udara Baghdad, Irak.
Syahid Soleimani saat itu tengah berkunjung ke Irak atas undangan resmi petinggi Baghdad.
.............
340