Kantor Berita Ahlulbait

Sumber : Parstoday
Senin

10 Juni 2024

16.09.03
1464626

Mengenal Para Troll Israel Kobarkan Perang Kebencian

Rezim Zionis Israel sejak beberapa tahun lalu telah melatih ribuan troll dunia maya yang dengan identitas palsu menciptakan perang kebencian.

Unggah sulut
atau troll mengacu pada orang yang mengirim pesan (atau juga pesan itu sendiri) di Internet dengan tujuan untuk membangkitkan tanggapan emosional atau kemarahan dari pengguna lainnya, serta mempengaruhi para pengguna.

 

Gambar berikut dipublikasikan secara online pada tahun 2016, memperingatkan tentang "Pertanian Troll" Israel. Istilah "troll farm" biasanya digunakan untuk merujuk pada kelompok yang, dengan imbalan gaji, beroperasi di jejaring sosial dan terutama menerbitkan informasi tandingan atau informasi palsu.

Rezim Zionis dengan bangga mengumumkan dimulainya sebuah proyek di mana Israel melatih 13.000 generasi muda dengan tujuan untuk membersihkan wajah rezim ini (menjadikan wajah Israel baik) di opini publik dunia dan dunia maya.

 

Tugas kelompok ini disebut Hasbara, yang kira-kira setara dengan arti “menjelaskan”. Karena Hasbara berfokus pada pemberian penjelasan tentang kinerja individu atau kelompok, maka pendekatan ini disebut sebagai "pendekatan reaktif dan berorientasi pada peristiwa".

 

Proyek ini, sebagai strategi komunikasi, umumnya bertujuan untuk membenarkan kejahatan Israel di Palestina.

 

Pada tahun yang sama tahun 2016, banyak peringatan diberikan bahwa 90 persen troll yang mendiskusikan Israel dan Palestina dengan Anda di Internet adalah orang-orang terpelajar dan profesional yang berafiliasi dengan rezim Zionis

Israel juga mengemban tugas melatih operasi psikologis kepada beberapa kelompok peretas subversif dan teroris di dunia. Salah satu kelompok tersebut adalah Organisasi Mojahedin-Khalq (MKO), yang menciptakan peternakan troll serupa di Albania dengan menggunakan pengalaman Israel. Kelompok ini menjadi “Keyboard Army” setelah gagal di kancah militer. Anggota MKO berusaha menghapus kejahatan dan pengkhianatan mereka terhadap Iran dari benak masyarakat dengan melancarkan perang psikologis.

 

Salah satu institusi aktif rezim Zionis dalam perang psikologis adalah Cyber ​​​​Unit 8200, yang sebagai bagian dari Direktorat Intelijen Militer A'man, bertanggung jawab atas spionase, memantau pengguna dan mengumpulkan informasi mereka, meretas sistem, penyadapan elektronik, penguraian kode, dan pengkodean digital. Unit 8200 ini disebut-sebut memiliki jumlah pasukan terbanyak di Kementerian Perang Israel. Sebagian besar anggota organisasi ini adalah remaja berusia 16 hingga 18 tahun.


Mereka yang direkrut ke unit 8200 fasih berbahasa berbagai negara, termasuk bahasa Persia. Laporan menunjukkan bahwa tentara Israel, untuk meracuni dunia maya melawan pemerintah Iran, mengenalkan pasukannya pada bahasa Persia sejak sekolah dasar.

 

Para anggota unit 8200 sibuk menyebarkan rumor, memberikan komentar, menciptakan gelombang media terhadap tokoh-tokoh politik Iran, melemahkan pandangan anti-kolonial Iran di dunia dan menciptakan konflik agama dan politik, dengan berkedok pengguna dunia maya dari negara lain, termasuk Iran. Mereka juga berusaha menyebarkan ide-ide Zionis, mempengaruhi dan menyebarkan perselisihan di dunia Islam, meracuni budaya dan pemikiran umat Islam, serta menyerang nilai-nilai moral, kemanusiaan dan ideologi.


Salah satu strategi mereka adalah menyerang ideologi sebuah kelompok mengatasnamakan kelompok lain. Misalnya, sejumlah mereka dengan kedok muslim, mengancam netizen Hindu, dan sebagian lainnya atas nama Hindu mengancam netizen Muslim, sehingga mereka akan memberikan respons. (MF)


342/