Kantor Berita Ahlulbait

Sumber : IQNA
Sabtu

8 Juni 2024

18.15.41
1464245

Pentingnya Peran Gerakan Mahasiswa Amerika dalam Mendukung Hak-hak Rakyat Palestina

Dalam pertemuan dengan sekelompok Rabbi Yahudi Amerika dan perwakilan komunitas Kalimian di Iran, kepala Pusat Dialog Keagamaan Organisasi Kebudayaan dan Komunikasi Islam menyoroti protes dan gerakan mahasiswa yang mendukung Palestina di Amerika dan menekankan pentingnya peran gerakan-gerakan ini dan dampak globalnya dalam mendukung hak-hak umat Islam.

mengutip Humas Organisasi Kebudayaan dan Komunikasi Islam, Ali Akbar Ziyai, Kepala Pusat Dialog Keagamaan Organisasi Kebudayaan dan Komunikasi Islam, dalam pertemuan dengan sekelompok Rabbi Amerika dan perwakilan komunitas Kalimian Iran, dengan menyambut para tamu, mengisyaratkan protes dan gerakan mahasiswa yang mendukung Palestina di Amerika.

Melanjutkan pertemuan tersebut, Hayedeh Rotam Abadi, ketua kelompok Kristen Katolik dan Yudaisme, mengisyaratkan pada berbagai kegiatan di bidang Yudaisme pusat internasional dialog antar agama dan berharap bahwa dialog terstruktur dengan komunitas Yahudi Amerika akan direncanakan dalam waktu dekat..

Ibu Rashid Beygi, ketua kelompok Kristen Ortodoks dan Protestan, juga menyampaikan laporan mengenai hal ini.

Rabbi Yisroel Dovid, juru bicara Yahudi anti-Zionis di Amerika, sembari berterima kasih kepada Republik Islam Iran dan Pusat Dialog Keagamaan, menekankan bahwa ada perbedaan besar antara keyakinan agama Yahudi dan tindakan rezim Zionis. Ia berterima kasih atas upaya Republik Islam Iran untuk mewujudkan hak-hak Muslim Palestina dan mencerahkan opini publik dunia tentang wajah sebenarnya Zionis dan menekankan bahwa semua orang Yahudi yang bersatu ikut merasakan kesedihan yang dialami Muslim Palestina.

Dalam pertemuan ini, Rabbi Younes Hamami Lalezar, pemimpin Kalimi Iran, juga merujuk pada perkataan Rabbi Sarail David, dan menekankan bahwa dalam agama Yahudi, tidak ada orang yang menjual harga diri kepada orang lain, dan komunitas Yahudi Iran adalah contoh nyata empati dan kecocokan antar pemeluk dua agama besar tersebut.

Arash Abae, seorang peneliti dan anggota Masyarakat Islam Iran, juga mengutip perkataan Imam Khomeini (qs) tentang pemisahan Yahudi dan Zionisme, dan menekankan pemahaman yang mendalam dari almarhum pemimpin Republik Islam Iran dan menyatakan bahwa kehadiran antusias orang-orang Yahudi Iran dalam acara-acara anti-Zionis menunjukkan betapa dalamnya perlawanan agama Yahudi terhadap penindasan. (HRY)


342/