Kantor Berita Ahlulbait

Sumber : Parstoday
Minggu

11 Februari 2024

19.07.07
1436847

Raisi: Republik Islam Iran, Usul Nama Israel Dicoret dari PBB

Presiden Iran mengatakan, Republik Islam Iran, adalah pembawa panji perang terhadap terorisme, dan pembela hak asasi manusia.

Sayid Ebrahim Raisi, Minggu (11/2/2024) dalam peringatan HUT Revolusi Islam Iran, ke-45 di Tehran, menyinggung kejahatan Rezim Zionis, di Gaza, dan dukungan luar biasa Amerika Serikat, terhadap rezim itu.

Ia menuturkan, di tengah dukungan tanpa henti Barat, terhadap Israel, Iran tetap mendukung Palestina, dan cita-cita Revolusi Islam, dan setelah berlalu 45 tahun, terbukti bahwa Republik Islam Iran, berada di jalan yang benar.

Menurut Raisi, Pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini, berkata bahwa Palestina, adalah masalah utama Dunia Islam, dan Al Quds, harus dibebaskan.

Presiden Iran, menilai cara melenyapkan Rezim Zionis, dan menghentikan kejahatan rezim ini adalah dengan memutus seluruh hubungan ekonomi, dan transaksi perdagangan dengan Israel.

"Usulan Iran, adalah mengeluarkan Israel, dari PBB, karena bagaimana mungkin rezim yang sampai sekarang telah melanggar 400 keputusan, resolusi, dan ketetapan PBB, bisa mematuhi aturan-aturan PBB," ujarnya.

Sayid Ebrahim Raisi, menambahkan bahwa kebebasan di Republik Islam Iran, terjamin berkat kemenangan Revolusi Islam yang dicapai di negara ini.

Ia menjelaskan, "Mereka (Barat) mengklaim demokrasi tapi tidak menghormati suara rakyat Palestina, rakyat Yaman, bahkan rakyatnya sendiri, sebaliknya Republik Islam Iran, berdiri di atas fondasi republik dan sandarannya adalah suara rakyat."

Presiden Iran menegaskan, wacana Revolusi Islam adalah wacana unggul yang mampu menciptakan perubahan, berpengaruh, dan membawa pesan kebebasan serta kemerdekaan bagi bangsa-bangsa dunia, dan pesan perlawanan serta perjuangan di hadapan musuh.

"Berkat Revolusi Islam, dan kerja keras para pemuda Iran, negara ini berhasil mencapai banyak kemajuan, dan namanya dikenal dunia di berbagai bidang terutama kedokteran, bioteknologi, dan nanoteknologi," pungkasnya. (HS)

342/