17 Agustus 2019 - 07:31
AS Perintahkan Penahanan Kapal Tanker Grace 1

Pengadilan Columbia Amerika Serikat Jumat malam (16/08) merilis surat penahanan kapal tanker Grace 1 yang sebelumnya ditahan oleh Inggris di Selat Gibraltar.

(ABNA24.com) Pengadilan Columbia Amerika Serikat Jumat malam (16/08) merilis surat penahanan kapal tanker Grace 1 yang sebelumnya ditahan oleh Inggris di Selat Gibraltar.

AFP melaporkan, pengadilan Columbia Amerika Serikat merilis surat penahanan ini dengan dalih apa yang diklaim sebagai pemanfaatan ilegal sistem finansial AS untuk mendukung serta menjamin finansial penjualan produk minyak kepada Suriah.

Kapal tanker Grace 1 yang ditahan marinir Inggris 40 hari llau dengan dalih tak berdasar "melanggar sanksi Uni Eropa terhadap Suriah" di Selat Gibraltar hari Kamis (15/08) dibebaskan dengan surat keputusan dari pengadilan setempat.

Pengadilan tinggi Gibraltar dengan mengabaikan represi dan permintaan resmi Amerika Serikat untuk memperpanjang penahanan kapal Grace 1 telah merilis vonis pembebasan kapal tanker ini.

Ketika Inggris saat menahan kapal Grace 1 memberi alasan bahwa London ingin mencegah pelanggaran sanksi Uni Eropa terhadap Suriah, namun pemerintah Spanyol yang menguasai perairan di sekitar Selat Gibraltar berbeda pendapat dnegan Inggris dan dalam statemennya menyatakan, Inggris melakukan langkahnya tersebut atas permintaan Amerika.

Vonis pembebasan kapal tanker Grace 1 yang membawa sekitar dua juta barel minyak Iran dinilai elit politik dan media sebagai kekalahan besar bagi Amerika dan Inggris.

Kapal tanker ini sampai kini masih berada di perairan Selat Gibraltar karena pergantian awak kapalnya.

Jalil Eslami, deputi kelautan Otoritas Pelabuhan dan Pelayaran hari Jumat (16/08) mengumumkan pergantian nama Grace 1 menjadi Adrian Daria dan tujuan berikutnya kapal tanker ini adalah Laut Mediteraina

Washington setelah keluar secara ilegal dari JCPOA pada 8 Mei 2018 mulai menerapkan pendekatan represi maksimum terhadap Tehran dan berusaha menutup ekspor minyak Iran, namun sampai saat ini mereka belum berhasil.

Republik Islam Iran sebagai salah satu anggota utama front muqawama memainkan peran penting dalam melawan konspirasi dan plot poros AS-Zionis di kawasan.



/129