Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – warga Provinsi Taiz, Yaman, hari ini berpartisipasi dalam 89 aksi massa yang digelar di berbagai distrik di provinsi tersebut.
Aksi-aksi tersebut diselenggarakan untuk mendukung Angkatan Bersenjata Yaman, menegaskan persamaan “blokade dibalas blokade”, menolak klaim Arab Saudi mengenai penargetan Makkah, serta memperbarui sikap prinsipil dan konsisten rakyat Yaman terhadap berbagai persoalan umat Islam.
Para peserta yang berkumpul di Lapangan ar-Rasul al-A'zham di pusat provinsi serta di lapangan-lapangan berbagai distrik meneriakkan slogan-slogan yang mengecam propaganda terorganisasi Arab Saudi dan penggunaan tempat-tempat suci oleh negara tersebut untuk membenarkan agresi dan blokade terhadap Yaman.
Mereka menegaskan bahwa kehadiran masyarakat dalam jumlah besar tersebut merupakan bentuk pembelaan terhadap kehormatan identitas keislaman sekaligus penolakan tegas terhadap berbagai tuduhan dan klaim yang, menurut mereka, disampaikan Arab Saudi untuk merusak citra Yaman.
Para peserta menegaskan komitmen terhadap apa yang mereka sebut sebagai perjuangan yang adil dalam menghadapi 12 tahun blokade dan agresi, serta konsistensi mereka dalam menjaga tempat-tempat suci, khususnya Makkah, Madinah, dan Masjid al-Aqsa, serta mendukung rakyat Palestina.
Mereka menyebut tuduhan Arab Saudi yang menuduh rakyat Yaman menargetkan Makkah sebagai sebuah kebohongan dan puncak kebangkrutan moral serta politik, sekaligus upaya nyata untuk mengalihkan opini publik dari apa yang mereka sebut sebagai kejahatan dan blokade ekonomi terhadap Yaman.
Para peserta menegaskan bahwa identitas keimanan rakyat Yaman memandang perlindungan terhadap Dua Tanah Suci dan tempat-tempat suci sebagai kewajiban akidah yang tetap dan tidak dapat ditawar.
Menurut mereka, arah perjuangan rakyat Yaman akan selalu tertuju pada perlawanan terhadap Israel dan berbagai rencananya di kawasan.
Melanjutkan Dukungan terhadap Angkatan Bersenjata
Warga Taiz menegaskan akan terus melanjutkan mobilisasi umum dan dukungan rakyat terhadap keputusan-keputusan strategis kepemimpinan serta angkatan bersenjata.
Mereka juga menyatakan dukungan terhadap operasi-operasi militer yang, menurut pernyataan tersebut, bertujuan mematahkan blokade dan menciptakan daya tangkal yang dianggap sah dalam membela kedaulatan dan martabat nasional.
Pernyataan penutup aksi diawali dengan pujian dan rasa syukur kepada Allah. Dalam pernyataan tersebut, para peserta menyampaikan ucapan selamat kepada kepemimpinan dan angkatan bersenjata atas apa yang mereka sebut sebagai kemenangan, mendoakan rahmat bagi para syuhada, kesembuhan bagi para korban luka, kebebasan bagi para tawanan, serta keteguhan bagi para pejuang di berbagai front.
Pernyataan itu menegaskan kelanjutan jalan jihad dan perlawanan terhadap pasukan yang mereka sebut sebagai pihak agresor, sekaligus dukungan berkelanjutan kepada angkatan bersenjata dalam menerapkan persamaan:
“blokade dibalas blokade” dan “eskalasi dibalas eskalasi”, serta menargetkan pergerakan pihak lawan hingga blokade berakhir, agresi dihentikan, dan hak-hak yang mereka anggap sah bagi rakyat Yaman dipulihkan sepenuhnya.
Sikap tersebut, menurut pernyataan itu, didasarkan pada keyakinan penuh terhadap keadilan perjuangan mereka dan kepastian kemenangan.
Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa rakyat Yaman mempertahankan hak alaminya untuk memberikan respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai agresi dengan berbagai cara yang dianggap sah, serta memberikan kewenangan kepada kepemimpinan dan angkatan bersenjatanya untuk menentukan waktu dan bentuk respons yang sesuai.
Selain itu, pernyataan tersebut menegaskan konsistensi sikap terhadap berbagai persoalan umat Islam, terutama dalam membela tempat-tempat suci dari rencana-rencana Israel, yang menurut pernyataan tersebut secara terbuka menunjukkan niat agresif terhadap Makkah, Madinah, dan Masjid al-Aqsa.
Mereka juga menegaskan kelanjutan dukungan terhadap perjuangan Palestina dan berbagai persoalan yang mereka anggap adil bagi umat, bersama poros jihad dan perlawanan serta kelompok-kelompok yang mereka sebut sebagai kaum merdeka di dunia Islam.
Pada bagian akhir, pernyataan itu menyerukan kepada seluruh pemerintahan, partai, dan kelompok agar mengambil sikap nyata dan terhormat dengan berdiri bersama Yaman atau berlomba menunjukkan dukungan dalam menjaga tempat-tempat suci dan martabat umat.
Menurut pernyataan tersebut, hal itu diperlukan agar dapat dibedakan antara pihak yang benar-benar tulus dan pihak yang dianggap tidak tulus dalam membela kesucian serta kehormatan umat.
Komentar Anda