(ABNA24.com) Data lembaga pemeringkatan Scimago menunjukkan bahwa Iran menduduki posisi pertama dari segi kuantitas karya ilmiah di antara negara-negara Asia Barat pada 2018.
Seperti dikutip laman Farsnews, Sabtu (29/6/2019), menurut data Scimago Journal & Country Rank, para ilmuwan Iran selama 2018 telah menerbitkan 60.268 karya ilmiah di berbagai disiplin ilmu, di mana 54.915 artikel bisa dikutip.
Turki menempati peringkat kedua dalam sistem pemeringkat Scimago. Para ilmuwan Turki memproduksi 45.582 makalah, di mana 39.847 bisa dikutip.
Arab Saudi, Mesir, Irak, Uni Emirat Arab, Yordania, Qatar, Lebanon, Oman, Kuwait, Bahrain, Yaman dan Suriah, masing-masing berada di urutan berikutnya setelah Iran dan Turki.
Secara global dari 155 negara, Iran menduduki tempat ke-16 di dunia, sementara Amerika Serikat, Cina dan Inggris berada di peringkat teratas dunia.
/129
30 Juni 2019 - 09:01
Kode berita: 956222
Data lembaga pemeringkatan Scimago menunjukkan bahwa Iran menduduki posisi pertama dari segi kuantitas karya ilmiah di antara negara-negara Asia Barat pada 2018.