6 Juni 2019 - 12:44
Protes Keras Lavrov atas Upaya AS Menciptakan Tatanan Global Berdasarkan Hukum Rimba

Rusia sebagai kekuatan saingan Amerika Serikat di kancah internasional berkali-kali mengritik pendekatan unilateralisme AS, yang di masa kepresiden Donald Trump khususnya mengalami peningkatan.

(ABNA24.com) Rusia sebagai kekuatan saingan Amerika Serikat di kancah internasional berkali-kali mengritik pendekatan unilateralisme AS, yang di masa kepresiden Donald Trump khususnya mengalami peningkatan.

Sekaitan dengan hal ini, Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia dalam sebuah artikel yang ditulis untuk majalah Internasional Affairs yang dipublikasikan hari Selasa, 4 Juni menekankan bahwa Amerika Serikat tengah berusaha untuk menciptakan sistem global berdasarkan "hukum rimba". Menurutnya, saat ini para politisi dan media Amerika Serikat berusaha memaksa opini publik internasional meragukan keadilan dalam sistem global modern yang menolak sistem unipolar.

Lavrov mengingatkan, "Saat ini, Amerika Serikat telah mengambil kebijakan khusus untuk menghilangkan sistem hukum internasional dan menggantinya dengan sesuai dengan aturan Washington. Mereka ingin membuat tatanan baru berdasarkan prinsip "siapa yang lebih kuat, dia benar", itulah hukum rimba."

Kebijakan unilateralisme Donald Trump, Presiden Amerika serikat yang didasarkan pada kekuatan dan pemaksaan tuntutan terhadap negara lain, telah menyebabkan banyak ketegangan secara global. Trump, sejalan dengan slogan "First America" mengklaim bahwa kebijakan sepihak dan egois Washington akan meningkatkan kekuatannya dan mengatasi para pesaingnya. Amerika Serikat memandang dirinya sebagai polisi global dan memiliki ilusi bahwa ia memiliki tugas mengatasi masalah global melalui penggunaan kekuatan keras, yakni kekuatan militer dan kekuatan semi-keras, yakni kekuatan ekonomi melalui penerapan sanksi.

Sementara itu, saingan internasional Amerika Serikat, terutama Rusia dan Cina, menentang keras pendekatan sepihak dan kekuatan Washington dan telah menegaskan kembali penolakan sikap mendikte pemerintah Trump ke negara lain. Vladimir Putin, Presiden Rusia telah memperingatkan konsekuensi berbahaya dari perilaku internasional Amerika. Di akhir bulan April 2019, Putin menyatakan bahwa struktur sistem Perang Dingin telah musnah dan mengatakan, "Perilaku Amerika Serikat telah menghancurkan stabilitas dan itu berarti bahaya bagi keamanan global, sementara sebagian tekanan ekonomi dan politik yang diterapkan kepada negara-negara bertentangan dengan aturan internasional."

Ucapan Putin mengacu pada kebijakan dan sikap Trump yang secara eksplisit menjabarkan supremasi Amerika dan perlunya negara-negara lain untuk mengikuti kebijakan Washington dan lebih menyukai kepentingan AS.

Pada saat yang sama, Trump memilih keluar dari kesepakatan dan perjanjian internasional, termasuk perjanjian nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan perjanjian Nuklir Jangka Menengah atau Intermediate-range Nuclear Forces Treaty (INF) dan perjanjian Paris tentang perubahan iklim yang memiliki implikasi serius bagi stabilitas dan keamanan global. Pendekatan Trump berarti kelanjutan dan intensifikasi upaya pemerintahnya untuk menerapkan keinginan dan kemauannya ke negara lain, termasuk saingan dan musuhnya dan bahkan sekutu-sekutunya. Namun, banyak pemimpin senior dunia, termasuk mitra Eropa Washington, telah menyatakan keprihatinan atas kebijakan Trump yang telah menyebabkan isolasi dan meningkatnya ketidakpercayaan negara-negara lain terhadap Amerika Serikat.

Menurut Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian, "Trump memasuki Gedung Putih dengan slogan "First America", tetapi sekarang ia telah menempatkan kakinya lebih dari sebelumnya dan sekarang meneriakkan slogan "Amerika saja". Yaitu, Amerika terlibat konflik dan perebutan kekuasaan, dan menekankan keunggulan mereka dalam setiap dialog bilateral."

Sementara itu, perkembangan dalam sistem internasional yang sekarang bergerak ke arah polarisasi menunjukkan bahwa pendekatan AS tidak secara mendasar didasarkan pada fakta-fakta lingkungan internasional dan tren global. Pendekatan dan tindakan Trump telah menyebabkan peningkatan isolasi dan peningkatan ketidakpopuleran Amerika di arena internasional.




/129