Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan bahwa pangkalan Amerika Serikat di Yordania memainkan peran kunci dalam serangan terhadap Iran. Sumber tersebut mengatakan kepada kantor berita Rusia Sputnik bahwa pangkalan militer Amerika di Yordania berfungsi sebagai pangkalan garis depan regional dalam operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran selama serangan terbaru yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Sumber itu menyatakan bahwa Pangkalan Udara Muwaffaq al-Salti memainkan peran penting selama perang yang disebut berlangsung selama 60 hari, sebagai bagian dari operasi-operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran. Ia menambahkan bahwa Washington tidak memiliki pilihan lain.
Sumber tersebut selanjutnya mengklaim bahwa: "Sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia, yaitu Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, tidak mengizinkan Amerika menggunakan wilayah udara mereka."
Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa pada 28 Februari (9 Esfand menurut kalender Persia), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, di mana Washington menggunakan pangkalan-pangkalan militernya di kawasan untuk menyerang wilayah Iran. Sebagai balasan, Teheran menyerang pangkalan-pangkalan Israel di wilayah yang didudukinya serta pangkalan dan kepentingan Amerika Serikat di kawasan.
Catatan: Artikel ini merupakan laporan yang mengutip pernyataan seorang sumber anonim kepada kantor berita Sputnik. Klaim-klaim yang disampaikan dalam berita tersebut merupakan pernyataan sumber yang dikutip dan tidak disertai bukti independen dalam teks artikel.
Your Comment