3 Juni 2019 - 05:14
Sayid Hasan Nasrullah dan Tiga Indikator Penting Pawai Hari Quds Sedunia

Pawai akbar Hari Quds Sedunia dua hari lalu yang diselenggarakan pada hari Jumat terakhir dari bulan Ramadhan di kebanyakan negara-negara di dunia termasuk Republik Islam Iran dihadiri umat Islam yang sedang berpuasa secara luas.

(ABNA24.com) Pawai akbar Hari Quds Sedunia dua hari lalu yang diselenggarakan pada hari Jumat terakhir dari bulan Ramadhan di kebanyakan negara-negara di dunia termasuk Republik Islam Iran dihadiri umat Islam yang sedang berpuasa secara luas.

Pawai akbar Hari Quds Sedunia memiliki substansi "mendukung" Palestina dan "menyoroti dan mengingatkan" kejahatan rezim Zionis Israel merupakan indikator lain yang dapat disaksikan dalam pawai akbar dua hari lalu di pelbagai negara di dunia.

Salah satu indikator penting dari pawai Hari Quds Sedunia adalah dukungan terhadap Palestina tidak terbatas pada umat Islam, tapi dalam perjalanan sejarah tercatat dari agama lain juga turut mendukung Palestina dan mengutuk kejahatan Zionis Israel bersama-sama umat Islam. Hari Quds Sedunia menjadi kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk menyampaikan dukungannya secara terbuka.

Sekaitan dengan hal ini, dalam pawai dua hari lalu Hari Quds Sedunia di Iran, minoritas warga Iran juga turut hadir seperti kehadiran warga Yahudi. Di negara-negara lain, para pengikut agama lain berpartisipasi bersama-sama dengan umat Islam menyatakan dukungannya tehradap Palestina dalam Hari Quds Sedunia. Indikator ini menunjukkan penolakan pandangan yang berusaha menunjukkan Hari Quds Sedunia merupakan upaya "mazhab" dan berhubungan hanya dengan Iran.

Sayid Hasan Nasrullah, terkait masalah ini dua hari lalu juga mengatakan bahwa banyak upaya untuk menunjukkan peristiwa ini sektarian dan hari ini terkait dengan Iran menemui kegagalan.

Satu lagi dari indikator Hari Quds Sedunia yang membuat peringatan ini semakin menonjol adalah Hari Quds Sedunia semakin lama semakin urgen. Indikator ini juga dijelaskan dalam pidato Sayid Hasan Nasrullah, Sekjen Hizbullah Lebanon. Sayid Hasan Nasrullah dalam masalah ini mengatakan, "Empat puluh tahun dari inisiatif Imam Khomeini ra terkait penetapan peringatan Hari Quds Sedunia dan selama itu pula para musuh al-Quds sudah berhitung bahwa peringatan ini akan terlupakan seiring berjalannya waktu. Tapi kita melihat ternyata setiap tahun perhatian bangsa-bangsa akan hari ini dan masalah al-Quds di negara-negara Islam dan dunia semakin bertambah."

Dengan kata lain, salah satu indikator penting Hari Quds Sedunia seiring berjalannya waktu, sifat "berkelanjutan dan keabadian" semakin kokoh, sehingga sekarang telah berubah menjadi sebuah peristiwa berpengaruh global.

Indikator ketiga dari pawai akbar Hari Quds Sedunia yang diselenggarakan hari Jumat terakhir bulan Ramadhan adalah reaksi opini publik terhadap kebijakan kekuatan Barat, khususnya Amerika Serikat soal Palestina. Pawai akbar Hari Quds Sedunia tahun ini diselenggarakan dalam kondisi dimana Amerika sedang berusaha meluncurkan rencana rasis "Kesepakatan Abad" dan Konferensi Ekonomi Manama dalam kerangka kesepakatan ini yang rencananya akan diselenggarakan pada 25-26 Juni.

Apa yang disaksikan dalam pawai akbar Hari Quds Sesunia di Iran dan seluruh dunia, khususnya di negara-negara Islam "penolakan tegas rakyat" akan rencana Kesepakatan Abad. Ini merupakan tema yang ditekankan dalam pidato Sekjen Hizbullah Lebanon. Sayid Hasan Nasrullah mengatakan, "Tujuan dari Kesepakatan Abad adalah agar segala bentuk pembahasan soal al-Quds, Jalur Gaza dan para pengungsi Palestina di luar daerah pendudukan tidak dibicarakan."

Sayid Hasan Nasrullah menekankan, "Poros Muqawama akan berdiri tegar menghadapi rencana Kesepakatan Abad Amerika. Karena kami benar-benar meyakini bahwa bangsa-bangsa di kawasan dapat mencegah terealisasinya kejahatan Kesepakatan Abad."

Poin terakhir adalah pawai akbar Hari Quds Sedunia menunjukkan bahwa sekalipun sebagian penguasa Arab telah mengkhianati cita-cita Palestina, tapi umat Islam di negara-negara Arab menilai pembelaan atas cita-cita Palestina merupakan bagian tak terpisahkan dari identitasnya.



/129