10 Desember 2018 - 12:18
KTT Parlemen Enam Negara Asia Berlangsung di Tehran

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-2 parlemen negara-negara Iran, Afghanistan, Pakistan, Turki, Cina dan Rusia terselenggara pada Sabtu, 08/12) di Tehran.

Menurut Kantor Berita ABNA, KTT enam negara yang berlangsung di Tehran membicarakan tentang pengalaman mengesahkan undang-undang dan strategi kontra-terorisme serta kerja sama antarparlemen.

Menghadapi terorisme, pengalaman masa lalu, strategi saat ini, mengadopsi pendekatan regional yang baru dan efektif, memperluas komunikasi dan memperkuat kerjasama antarkawasan adalah salah satu masalah yang diangkat pada pertemuan tersebut.

Kehadiran negara-negara penting dan berpengaruh di kawasan pada konferensi Tehran dan isu-isu yang dibahas di KTT ini menunjukkan pentingnya orientasi keamanan baru di kawasan.

Pengalaman telah menunjukkan bahwa perilaku beberapa negara di kawasan dan intervensi asing telah menjadi alat untuk mewujudkan kebijakan dominan kekuatan trans-nasional.

Ali Larijani, Ketua Majlis Shura Islami Iran dalam pertemuan dengan Chen Zhu, Ketua Parlemen Nasional Cina menyinggung masalah ini dan mengatakan, "Amerika Serikat telah mentransfer sejumlah besar anggota teroris Daesh (ISIS) ke Afghanistan yang bisa menjadi masalah yang sama seperti yang terjadi di Irak dan Suriah di bagian lain di Asia."

Perilaku ini bukan hanya tidak berkontribusi pada keamanan kawasan, tetapi juga menjadi bagian dari masalah keamanan di kawasan. Penelitian menunjukkan bahwa pesawat Amerika, meskipun memiliki informasi akurat tentang keberadaan teroris di daerah-daerah tertentu, tidak bersedia untuk melakukan operasi udara terhadap mereka. Bahkan dalam beberapa kasus membantu para teroris atau menyelamatkan para pemimpin Daesh dari pengepungan tentara Suriah dan Irak.

Ali Shamkhani, Sekjen Dewan Keamanan Nasional Iran dalam menjelaskan pentingnya pertemuan ini mengatakan, "Arsitektur keamanan kawasan harus didefinisikan dan didasarkan pada kepentingan negara-negara di kawasan dan di tangan mereka untuk memungkinkan memutuskan gangguan kekuatan asing dan menghadapi unilateralisme."

Sekjen Dewan Keamanan Nasional Rusia Nikolai Patrushev juga menilai penyelenggaraan konferensi Dialog Keamanan Regional sebagai langkah penting dalam meningkatkan koordinasi regional dalam mengatasi ancaman terorisme dan meyakini bahwa terorisme adalah musuh bersama dan bahwa negara-negara di kawasan harus elakukan yang terbaik untuk menghadapinya dengan berinteraksi satu sama lain dan dengan lembaga-lembaga internasional.

Mempertimbangkan perlunya mengadopsi mekanisme bersama dalam melawan terorisme serta kondisi ekstrim yang dihadapi negara-negara di kawasan itu, penyelenggaraan KTT Tehran dalam situasi sekarang di kawasan merupakan kepentingan ganda. Fakta pahitnya adalah bahwa ancaman terorisme masih serius dan meluas. Contoh terbaru dalam hal ini adalah serangan teroris pada hari Kamis (06/12) di Chabahar, Iran tenggara.

Serangan teroris di Chabahar menunjukkan bahwa upaya terorganisir sedang berlangsung untuk menciptakan ketidakamanan di kawasan. Peristiwa ini sekali lagi menggambarkan dilema perilaku ganda dari beberapa pejuang palsu melawan terorisme yang mengekspos konsekuensi mendukung teroris di dunia.