Menurut Kantor Berita ABNA, rezim Zionis Israel membebaskan Ahed al-Tamimi gadis cilik Palestina Ahad (27/7) setelah mendekam di penjara selama 8 bulan karena menampar tentara Israel. Al-Tamimi (17) disebutkan ditahan bersama ibunya, keduanya dipenjara sejak Desember 2017 akibat insiden yang terjadi di halaman rumah mereka di Desa Nabi Saleh, Tepi Barat.
Rakyat Palestina memandang Tamimi sebagai pahlawan atas keberaniannya menentang pendudukan Israel. Wajah Tamimi dilukis di dinding pembatas yang dibangun Israel di Tepi Barat. Presiden Palestina Mahmud Abbas dan pengguna media sosial memberikan dukungan kepada Tamimi ketika dia menjalani sidang pengadilan.