27 Agustus 2026 - 21:43
Konferensi Pekan Persatuan Umat Islam Digelar di Nigeria

Gerakan Islam Nigeria di bawah kepemimpinan Sayyid Ibrahim Zakzaky mulai menggelar konferensi “Pekan Persatuan Umat Islam” di Abuja. Kegiatan ini bertujuan memperkuat persatuan dan solidaritas di antara umat Islam.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Konferensi Pekan Persatuan Umat Islam resmi dimulai di Abuja, Nigeria. Kegiatan ini diselenggarakan setiap tahun selama lima hari pada bulan Rabiulawal. Para ulama dan berbagai lapisan umat Islam dari beragam mazhab berkumpul untuk membahas kehidupan dan ajaran Nabi Muhammad SAW, sekaligus mendiskusikan cara-cara memperkuat persatuan di antara kaum Muslimin.

Acara dibuka dengan doa oleh Syekh Rabi’ Funtua. Setelah itu, Abban Sayyida membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an serta ziarah kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk tabarruk. Kelompok Ittihad al-Syu’ara kemudian membawakan puji-pujian kepada Rasulullah SAW.

Pembicara utama dalam konferensi tersebut, Syekh Syarif Ahmad Suleja, menyampaikan makalah berjudul “Mengkaji Kehidupan Nabi Muhammad SAW di Makkah: Hubungan Muslim dan Non-Muslim; Pelajaran bagi Masyarakat Nigeria.”

Dalam pemaparannya, Syekh Syarif Ahmad Suleja terlebih dahulu membahas kedudukan manusia serta pentingnya mengenal posisi dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Ia menyebut kehidupan Rasulullah sarat dengan pelajaran dan hikmah yang relevan bagi seluruh masyarakat.

Ia mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan cahaya yang menyingkapkan kebenaran. Bahkan sebelum diangkat menjadi rasul, masyarakat Makkah telah mengakui kejujuran, amanah, dan keadilan beliau. Karena keluhuran akhlaknya, beliau dikenal dengan gelar al-Amin, orang yang dapat dipercaya.

Menyinggung hubungan Nabi dengan non-Muslim, ia mengatakan bahwa sirah Rasulullah memberikan pelajaran penting mengenai bagaimana membangun hubungan sosial berdasarkan keadilan, martabat kemanusiaan, dan akhlak yang baik.

Syekh Syarif juga mengatakan bahwa perhatian dan kasih sayang Rasulullah kepada para sahabat begitu besar sehingga masing-masing dari mereka merasa seolah-olah dirinya adalah orang yang paling dekat dengan Nabi.

Dalam bagian lain pidatonya, Syekh Syarif Ahmad Suleja mengapresiasi Sayyid Syekh Ibrahim Zakzaky karena dinilai terus melanjutkan jalan dakwah tersebut.

Ia mengatakan bahwa jalan keselamatan bagi Nigeria adalah kembali kepada pendidikan dan ajaran Nabi Muhammad SAW serta Ahlulbait, disertai komitmen terhadap kebenaran dan keadilan dalam menghadapi kezaliman.

Ia juga menyebut keteguhan Sayyid Zakzaky dalam menghadapi berbagai kesulitan dan tekanan sebagai pelajaran besar bagi masyarakat. Syekh Syarif mengajak umat Islam untuk meneladani kesabaran dan keteguhannya dalam menempuh jalan Ilahi.

Di akhir pidatonya, Syekh Syarif Ahmad Suleja mengajak para peserta untuk lebih serius mempelajari kehidupan Nabi Muhammad SAW, yang ia sebut sebagai makhluk terbaik ciptaan Allah, serta berupaya menerapkan ajaran dan keteladanan beliau dalam kehidupan bermasyarakat.

Setelah pidato utama selesai, Syekh Rabi’ Funtua memberikan komentar dan penjelasan tambahan untuk memperdalam sejumlah poin penting yang telah disampaikan Syekh Syarif Ahmad Suleja.

Acara kemudian ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Dr. Amin Yabo.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha