Menurut Kantor Berita ABNA, Panglima Pasukan Qods Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), menekankan dukungan penuh Iran terhadap rakyat Palestina dan menyatakan, "Bangsa Palestina telah dikepung oleh negara-negara sahabat dan sejumlah negara Islam."
Jenderal Qasem Soleimani, Panglima Pasukan Qods IRGC di hadapan para pejuang dan veteran Perang Pertahanan Suci di provinsi Kerman, tenggara Iran mengatakan, "Sejumlah pihak berusaha merebut bendera Palestina dari tangan Iran, akan tetapi harus diperhatikan negara Arab mana yang kuat untuk mendukung Palestina."
Menyinggung fitnah mazhab yang disebar oleh kelompok Takfiri di kawasan, Jenderal Soleimani menambahkan, tujuan para teroris Takfiri dan para pendukung mereka adalah agar Iran tersungkur dan bertekuk lutut akibat propaganda tersebut, sementara kehormatan dan kekuatan Republik Islam Iran, justru berkali-lipat pasca munculnya Daesh hingga berakhirnya kelompok itu.
Panglima IRGC yang dijuluki "The Shadow Commander" oleh outlet media Barat ini, menjelaskan bahwa musuh telah mengakui peningkatan kekuatan Iran. Pembelaan terhadap Irak dan Suriah telah membuat Iran berada di antara negara-negara mulia dan masyarakat Iran termasuk di antara masyarakat yang dicintai.
Menyinggung perbedaan seorang pemimpin yang bijak dan komprehensif dengan seorang pemimpin yang jahil dan bodoh, Jenderal Soleimani mengatakan, "Jika di sebuah negara yang kaya minyak tidak ada satu akal sehat, maka akan terjadi kegilaan seperti perang dengan Yaman, dan bahwa orang-orang jahil itu sendiri sekarang tidak mampu memadamkan api tersebut."