Menurut Kantor Berita ABNA, ISIS kembali merilis video terbaru berkenaan dengan insiden penyerangan gedung Parlemen Iran dan kompleks Makam Imam Khomeini di Tehran pada rabu (7/6) lalu. Dalam video berdurasi 4 menit 23 detik tersebut, tampak lima orang dengan wajah tidak terlihat, tiga orang menghadap kamera dengan menggunakan penutup wajah, dan dua lainnya membelakangi kamera dan salah seorang dari mereka menyampaikan pesan dan alasan kelimanya melakukan teror di Tehran, ibukota Iran.
Lokasi pengambilan video tersebut diyakini di salah satu bangunan di Iran, terlihat dari karpet khas Iran dan pipa gas pada dinding yang merupakan ciri khusus bangunan-bangunan di Iran. Dalam video tersebut seseorang menyampaikan pesannya yang diawali dengan doa berbahasa Arab kemudian dilanjutkan dengan bahasa Kurdi.
Orang itu berkata, "Alhamdulillah, kelompok jihad ini telah membuka kunci memasuki Iran dan kami yakin saudara-saudara semua akan ikut dalam perjuangan dan menjaga nyala lilin yang telah kami nyalakan untuk tidak padam. Jangan ragu untuk membantai habis orang-orang kafir dari Rafidah."
"Dengan izin Allah, jihad ini akan kita mulai. Tumpahkanlah darah mereka semuanya, sebagaimana mereka telah menumpahkan darah kaum muslimin di banyak negara." Tambahnya. Dibagian akhir penyampaiannya, laki-laki yang mengenakan penutup wajah tersebut mengatakan, setelah Iran, Arab Saudi akan mendapat gilirannya.
"Harus mereka ketahui, tentara ISIS hanyalah tentara Allah swt, dan hanya untuk Allah swt kami berperang. Kami bukanlah tentara bayaran dari siapapun. Bukan bawahan dan kaki tangan dari siapapun. Kami hanya menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya. Kami hanya taat dan mendengarkan firman Allah swt dan hanya untukNya kami berperang. Bukan untuk Iran, bukan untuk Arab Saudi." Tutupnya.
Disebutkan oleh Kementerian Informasi Iran bahwa kelima teroris tersebut merupakan anggota kelompok Abu Aisyah yang berafiliasi pada ISIS di Mosul Irak. Kelimanya pernah tergabung dalam ISIS di Raqqah dan Mosul sampai militer Irak memporak-porandakan kelompok mereka.
Insiden penyerangan gedung Parlemen Iran dan kompleks makam Imam Khomeini di Tehran pada rabu (7/6) merenggut nyawa 17 orang dan 46 lainnya luka-luka. Kelima teroris tersebut berhasil ditembak kesatuan anti teror Iran setelah sebelum terlibat dalam aksi tembak menembak, diantara kelima teroris tersebut ada yang meledakkan diri dengan bahan peledak yang dibawanya.