4 Juni 2017 - 07:00
Taklukkan Puncak Tertinggi Iran untuk Kibarkan Merah Putih

Kelompok Pecinta Alam (KPA) Arkadia UIN Jakarta berhasil mencatat rekor baru membentangkan bendera raksaksa ukuran 15 x 10 meter di titik tertinggi di Timur Tengah yaitu di puncak gunung Damavand Iran.

Menurut Kantor Berita ABNA, sejumlah mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung dalam Kelompok Pecinta Alam (KPA) Arkadia berhasil mencatat rekor baru sebagai kelompok pecinta alam pertama dari Indonesia yang membentangkan bendera raksaksa ukuran 15 x 10 meter di titik tertinggi di Timur Tengah yaitu di puncak gunung Damavand Iran. 

Tim 'Ekspedisi Raya Arkadia' yang terdiri dari Muhammad Aminullah (Anca), Achmad Chairi (Boceng), M. Abdul Baits (Dabuy) dan Hasan Hadi Septian (Sibon)  mencapai puncak gunung Damavand yang memiliki ketinggian 5671 Meter di Atas Permukaan Laut (mdpl) pada 22 Mei 2017. Sehari setelahnya, yakni pada 23 Mei, mereka berhasil membuat rekor baru dengan membentangkan bendera merah putih 10×15 meter diatas ketinggian 4245 mdpl.

“Rasa haru, bangga dan puas kami rasakan tatkala jerih payah kami selama beberapa tahun kebelakang untuk mempersiapkan kegiatan ini terbayar dengan kesuksesan yang diraih. Namun ini tidak membuat kami berpuas diri sampai disini, untuk kemudian membuat prestasi prestasi lainnya di kemudian hari,” ujar Boceng sebagai salah satu atlet KPA Arkadia, sebagaimana dilansir dari obsessionnews

“Untuk kendala hanya pada kegiatan utama kita yaitu pendakian. Karena ini pertama kalinya Arkadia Ekspedisi ke gunung diatas Ketinggian 4000 Mdpl tim atlet sempat mengalami gejala AMS. Sehingga kami membutuhkan waktu lebih lama untuk aklimatisasi dengan suhu dan udara di ketinggian 4000 keatas,” tukasnya.

Selain melakukan pendakian dan pembentangan bendera yang merupakan tujuan utama, KPA Arkadia juga menggelar Seminar Internasional bekerja sama dengan Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) pada 19 Mei 2017 yang berlangsung di Al Mustofa International University. Selain itu, adapula pemeran yang membawa foto pesona Indonesia, kain tenun, dan kain batik, serta Wisata Budaya Indonesia 22-24 Mei 2017 di Teheran University bekerjasama dengan Ikatan Pelajar Indonesia (IPI).

Berikut ini wawancara redaksi ABNA dengan Hasan Hadi Septian (Sibon) salah seorang pendaki KPA Arkadia UIN Jakarta.

Nama Lengkap: Hasan Hadi Septian (Sibon)

Tempat tanggal lahir: Cirebon, 6 September 1994

Pendidikan/jurusan: S1 Aqidah Filsafat / UIN Jakarta

Posisi di Arkadia: Mantan ketua umum

Tim ekspedisi raya Arkadia UIN Jakarta di puncak gunung Damavand Iran

Bisa secara singkat menceritakan mengenai KPA Arkadia, tanggal pendirian, siapa pendiri,  keanggotaan dan nama Arkadia sebenarnya artinya apa? kalau singkatan apa kepanjangannya? 

KPA Arkadia merupakan organisasi intra kampus, yaitu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak dibidang kepencintaalaman. Yang didirikan pada tanggal 2 Oktober 1989 di kampus IAIN Jakarta saat itu, dan dipelopori oleh 13 aktivis kampus yang menggemari kegiatan alam bebas dan perduli terhadap kelestarian dan pelestarian lingkungan hidup. 

Berdasarkan idealisme tersebut timbulah keinginan untuk membentuk sebuah organisasi yang mewadahi kegiatan – kegiatan alam bebas serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan, yang kemudian didukung oleh lembaga – lembaga lain yang berada di dalam naungan kampus IAIN saat itu dan pada akhirnya lahirlah sebuah organisasi Kelompok Pencinta Alam (KPA) Arkadia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.  Arkadia sendiri adalah singkatan dari arti keagungan dan indahnya alam.

 

Di sini, selain berkegiatan di alam bebas kami juga tak lupa untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian dan pelestarian lingkungan hidup, karena itu merupakan kewajiban bagi semua mahluk hidup di dunia ini untuk selalu menjaga pelestarian lingkungannya. Adapun beberapa fokus kegiatan kami saat itu yaitu tentang KeOrganisasian, Advokasi & Konservasi Lingkungan, Search and Rescue (SAR), Kemanusiaan & Sosial masyarakat, Penjelajahan Adat & Budaya, dan yang terakhir adalah kegiatan alam bebas (Gunung Hutan,  Panjat Tebing, Susur Goa, Arung Jeram dan Selam).

Mengapa memilih gunung Damavand Iran untuk ditaklukkan? untuk apa? 

Kalau melihat trend para pendaki gunung es, tentulah tujuh puncak tertinggi dunia (Everest, Aconcagua dll) lah yang akan mereka tuju. Namun berbeda dengan kami, kami lebih memilih gunung –gunung berapi tertinggi yang ada di dunia. Dan selama ekspedisi ini kami bukan hanya mendaki gunung, kami juga membawa misi akademis dan kebudayaan.

Butuh berapa lama persiapan di Indonesia sebelum ke Iran? apakah ada riset khusus mengenai Iran dan Damavand sebelum berangkat ke Iran? seberapa persen adanya kesesuaian antara riset anda dengan yang anda lihat langsung dilapangan?  

Hampir satu tahun persiapan, karena dalam ekspedisi ini kami mengadakan seminar internasional dan pemeran pesona dan budaya indonesia. Kalau riset, kami memfokuskan pada kebudayaan iran. Karena iran sendiri kaya akan budayanya dan sejarah panjangnya.

Apakah saat mendaki, tim ekspedisi raya Arkadia sendiri atau ada kelompok pendaki lainnya? kalau ada dari mana? dari Iran saja atau ada juga dari kelompok pendaki negara lain?

Kami juga bertemu beberapa pendaki dari negara-negara Eropa, seperti Belgia dan Jerman. Namun kabar yang kami dapat, pendaki asal Jerman itu gagal menggapai puncak.

Setahu anda, pendaki dari negara mana saja yang pernah menaklukan Damavand?

Sudah banyak, namun yang saya tahu yang dari Indonesia saja sudah dua tim yang berhasil menggapai puncak damavand.

Karena eksepedisi anda memecahkan rekor MURI, rekor apa yang sebelumnya telah ada untuk kemudian Arkadia pecahkan?

Sebenarnya Arkadia tidak memecahkan rekor MURI akan tetapi membuat rekor baru. Namun Arkadia sendiri pernah membuat rekor sebelumnya yaitu Pendakian Puteri  Terbanyak pada peringatan Hari Kartini 2014.

Bagaimana kondisi alam yang anda lihat di Iran? apakah menurut anda pemerintah Iran punya perhatian terhadap kelestarian alam?

Iran sendiri punya banyak cara untuk menjaga kelestarian alamnya. Pemerintahnya sedang gencar-gencarnya membuat hutan kota. Dan masyarakatnya pun sadar akan pentingnya lingkungan hidup.

Kesulitan terberat apa yang tim hadapi saat melakukan eksepedisi ini? 

Tidak ada yang sulit dalam ekspedisi ini selama kami yakin bisa melewatinya dan bersama-sama menghadapinya.

Apakah waktu tempu mencapai puncak sesuai dengan target yang telah dibuat sebelumnya?

Awalnya target kami menggapai puncak dan pengibaran bendera merah putih raksasa pada tanggal 20 mei yang bertepatan dengan hari kebangkitan nasional. Namun karena beberapa kali  terkena gejala AMS (Acute Mountain Sickness) akhirnya kami baru berhasil menggapai puncak pada tanggal 22 mei.

Apa misi terpenting dari tim melakukan ekspedisi ini? 

Tentunya misi terpenting kami adalah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Sebagai orang asing, bagaimana interaksi warga setempat dengan kehadiran anda? apa kesan anda secara khusus mengenai penduduk Iran?

Orang iran sangat ramah, saya sebagai orang asingpun selalu disambut baik dalam kesempatan apapun.

Apa misi Arkadia selanjutnya? gunung mana lagi yang akan ditaklukkan? 

Untuk pendakian gunung sendiri, kami masih belum merencanakan akan ke gunung mana lagi.

Menurut anda, apa pentingnya Damavand ditaklukkan dan mengibarkan bendera merah putih disana? 

Untuk mensejajarkan Indonesia dengan negara-negara yang sudah menginjakan kakinya di titik tertinggi timur tengah. 

Apa pesan anda kepada generasi muda Indonesia, khususnya berkenaan dengan nasionalisme dan hari pancasila?

Nasionalisme bukan semata semangat dalam tubuh rakyat Indonesia akan tetapi merupakan daya juang yang seharusnya mengalir dalam pembuluh darah generasi muda. Dengan ditetapkannya Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni tidak dimaksudkan untuk memperingati hari tersebut akan tetapi seharusnya di hari tersebut kita sama-sama merenung apakah nilai-nila kehidupan dalam kelima sila sudah terlaksana dengan baik atau justru semakin terbengkalai.

Terimakasih

Sama-sama

Disebutkan, 29 Mei 2017 Tim Ekspedisi Raya Arkadia pukul 19.00 WIB telah sampai di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Setelah melakukan 15 Jam perjalanan udara, dari Bandara Internasional Imam Khomaini, Teheran, Iran pada pukul 01.00 waktu setempat.

Muhammad Aminullah, Achmad Chairi, M Abdul Baits dan Official tim, Hasan Hadi Septian disambut dengan haru dan bangga oleh keluarga, rekan-rekan dan keluarga besar Arkadia. Penyambutan secara simbolis juga dilaksanakan dengan pemberian kalung bunga yang di berikan langsung oleh wali dari masing-masing tim. Setelah itu tim langsung di antar menuju sekretariat KPA Arkadia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Tim melakukan pendakian gunung Damavand pada 17 Mei 2017 dari camp 1 Polour dengan ketinggian 2.270 meter dari permukaan laut. Pada tanggal 22 Mei 2017, dua anggota tim, Muhammad Aminullah dan Achmad Chairi berhasil menancapkan bendera merah putih di puncak Gunung Damavand pada ketinggian 5.671 Mdpl pukul 14.00 waktu setempat. Sedangkan M. Abdul Baits hanya diperbolehkan melakukan pendakian hingga titik 4.567 Mdpl.

Keberhasilan ini ditunjukan untuk memperingati hari ulang tahun UIN Jakarta ke 60 tahun sekaligus symbol dari hari kebangkitan Nasional. Dengan pencapaian ini pula KPA Arkadia berhasil memecahkan rekor Muri Indonesia dengan membentangkan bendera raksaksa ukuran 15 x 10 meter di titik tertinggi Timur tengah.