17 April 2017 - 20:13
Rakyat Iran akan Lanjutkan Jalan Kemajuan Negara

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, rakyat Iran akan mengejar kepentingan dan apa yang baik untuk mereka dan melanjutkan jalannya dalam perkembangan dan pembangunan negara yang dinamis.

Menurut Kantor Berita ABNA, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, rakyat Iran akan mengejar kepentingan dan apa yang baik untuk mereka dan melanjutkan jalannya dalam perkembangan dan pembangunan negara yang dinamis.

Bahram Qasemi mengungkapkan hal itu di hadapan wartawan dari dalam dan luar negeri dalam jumpa pers  di Tehran, ibukota Iran, Senin (17/4/2017). Ia menyinggung upaya sejumlah media yang mengesankan terjadinya perpecahan dalam pemilu menjelang penyelenggaraan pemilu presiden periode ke-12. 

"Rakyat Republik Islam Iran selama beberapa dekade lalu dan dalam titik sejarah dan momen sensitif telah menunjukkan bahwa mereka mengikuti apa yang menguntungkan negara mereka," imbuhnya. Qasemi menjelaskan, upaya media-media  dan pemerintah asing untuk mengurangi partisipasi rakyat Iran dalam pemilu tidak akan berpengaruh dan propaganda mereka adalah upaya yang sia-sia.

Jubir Kemlu Iran juga menyinggung langkah AS di kawasan dalam beberapa pekan terakhir. Ia mengatakan, langkah-langkah AS –sebelum memiliki arti militer atau dampak militer yang efektif– hanya semacam kebingungan dan respon terhadap masalah dalam negeri negara itu.

"AS terpaksa mengatur sejumlah tindakan keliru dalam bentuk militer untuk membuat konsensus yang minimal dan pesan kepada sekutunya di kawasan. Pada akhirnya, kelanjutan langkah ini akan merugikan Amerika sendiri," tegasnya.

Di bagian lain pernyataannya, Qasemi menyinggung pertemuan John McCain, Senator AS dari Partai Republik dengan Maryam Rajavi, pemimpin kelompok teroris MKO (Mujahedin-e Khalq Organization) di Tirana, ibukota Albania, Jumat.

"Pertemuan ini adalah langkah yang salah di mana pemerintah AS harus membayar tebusannya seperti kesalahan-kesalahan yang dilakukannnya di kawasan," ujarnya.

Jubir Kemlu Iran menegaskan, para pejabat AS menunjukkan bahwa dalam beberapa dekade terakhir mereka tidak mampu mengambil pelajaran dari perilaku-perilakunya dan berusaha melanjutkan kebijakan keliru dan perilaku buruknya dalam memperluas terorisme di kawasan.

Qasemi lebih lanjut menyinggung pembicaraan antara Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran dan Sameh Shoukry, sejawatnya dari Mesir pasca serangan bom di negara Afrika Utara ini pada pekan lalu.

"Kali ini teroris menargetkan pusat-pusat keagamaan dan gereja-gereja untuk menciptakan jarak dan konflik agama dan mazhab, dan hal ini penting bahwa langkah-langkah medesak dan serius untuk memerangi terorisme harus segera diambil," pungkasnya.