7 April 2017 - 12:42
Iran Kutuk Keras Serangan AS atas Suriah

"Penggunaan senjata kimia di Idlib sampai saat ini seharusnya masih dalam penyidikan, sebab klaim AS bahwa penggunanya adalah militer Suriah belum ada buktinya. Serangan yang dilakukan AS secara sepihak tidak bisa dibenarkan dan diyakini hanya akan memperparah kondisi di Suriah."

Menurut Kantor Berita ABNA, menyikapi serangan Amerika Serikat yang menembakkan puluhan tomahawk ke pangkalan militer Suriah di kota Homs Jum'at (7/4) juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kecamannya. Bahrami Qasemi berkata, "Iran adalah negara dengan korban penggunaan senjata kimia terbesar di dunia sepanjang sejarah, yang karena itu juga Iran mengutuk keras penggunaan senjata kimia dalam perang, namun Iran juga akan mengutuk keras invasi yang dilancarkan ke negara yang berdaulat dengan tuduhan belum bisa dibuktikan kebenarannya."

"Penggunaan senjata kimia di Idlib sampai saat ini seharusnya masih dalam penyidikan, sebab klaim AS bahwa penggunanya adalah militer Suriah belum ada buktinya. Serangan yang dilakukan AS secara sepihak tidak bisa dibenarkan dan diyakini hanya akan memperparah kondisi di Suriah." Tambahnya. Iran menyebut serangan rudal AS yang dilakukan tanpa otorisasi dari Dewan Keamanan PBB dan Kongres AS tersebut merusak dan melanggar prinsip-prinsip hukum internasional. 

Disebutkan penggunaan senjata kimia pada selasa pekan lalu di Idlib yang menelan korban jiwa dari rakyat sipil menjadi alasan AS melancarkan serangan ke pangkalan militer Suriah di Homs dengan klaim serangan dengan senjata terlarang tersebut dilancarkan dari pangkalan militer  Suriah tersebut. Iran menyebut klaim Pentagon tersebut tidak berdasar dan hanya merupakan intrik AS untuk melanjutkan target mereka menjatuhkan Bashar Assad.