3 Maret 2017 - 02:52
Raja Salman Singgung Intervensi Negara Lain sebagai Tantangan dalam Pidatonya di DPR

Dalam pidato singkatnya di Gedung DPR RI, Raja Salam menunjukkan inkonsistensinya.

Menurut Kantor Berita ABNA, kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Gedung DPR/MPR merupakan momen bersejarah. Kunjungan ke DPR kali ini mengulangi apa yang dilakukan pendahulunya, Raja Faisal, yang juga berkunjung ke DPR dalam lawatannya ke Indonesia pada 1970.

Dalam pidatonya kali ini, Raja Salman mengatakan bahwa kunjungan kali ini merupakan kunjungan balasan atas kedatangan Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi. Raja Salman juga berharap kerja sama kedua negara akan semakin meningkat dan memberikan manfaat.

Selain itu, dalam pidatonya dalam bahasa Arab, Raja Salman menyinggung banyak hal penting terkait isu keamanan dunia dan terorisme.

Berikut isi pidato lengkap Raja Salman:

Izinkan saya untuk mengawali sambutan saya ini dengan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia yang bersahabat, atas keramahan dan sambutan hangat, seraya menyampaikan perasaan bahagia atas keberadaan saya bersama para hadirin sekalian.

Sesungguhnya kunjungan ke negara Yang Mulia ini, yang diawali dengan kunjungan serupa, yang telah dilakukan saudara saya, Yang Mulia Bapak Presiden ke Kerajaan Arab Saudi dan saling tukar menukar kunjungan antar-para pejabat tinggi kedua negara, ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kerja sama di seluruh bidang yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi kedua bangsa kita yang bersahabat.

Para hadirin sekalian, sesungguhnya tantangan yang kita hadapi, khususnya bagi umat Islam dan dunia secara umum, sepeerti fenomena terorisme, benturan peradaban (the clash of civilization), dan tidak adanya penghormatan terhadap kedaulatan negara serta intervensi dalam urusan dalam negerinya telah mengharuskan kita untuk menyatukan barusan dalam menghadapi tantangan ini serta melakukan koordinasi dalam berbagai upaya dan sikap dalam memberikan manfaat bagi kita bersama serta keamanan dan perdamaian dunia.

Penutup, saya ingin menyampaikan aspirasi atas peran dewan yang terhormat dalam meningkatkan hubungan antara kedua negara kita yang bersahabat di seluruh bidang.

Saya juga memberikan apresiasi atas penandatanganan sejumlah kesepakatan dan nota kesepahaman antara kedua negara dalam kunjungan kali ini.

Saya berdoa kepada Allah SWT semoga senantiasa memberikan taufik dan ridhoNya kepada kita sekalian.

Dalam pidatonya, Raja Salman sempat menyinggung tidak adanya penghormatan terhadap kedaulatan negara dan intervensi dalam urusan negara lain sebagai tantangan dunia dan umat Islam, disaat raja Salman sendiri mendukung kubu pemberontak di Suriah untuk menjatuhkan Bashar Assad, mengagresi Yaman untuk membantu mengembalikan posisi Mansour al Hadi sebagai presiden Yaman dan mengirimkan pasukan militer ke Bahrain untuk menghadapi demonstran yang menuntut reformasi di Bahrain dan campur tangan Arab Saudi secara langsung maupun tidak dalam urusan internal negara lain.