18 Januari 2017 - 16:22
John Kerry Bertemu kembali dengan Mantan Musuhnya setelah 50 Tahun

Setengah abad kemudian keduanya kembali bertemu, tapi tidak lagi sebagai musuh. Keduanya saling bersalam, dan bercengkarama.

Menurut Kantor Berita ABNA, Mantan menteri luar negeri Amerika Serikat John Kerry bernostalgia dengan mengunjungi Vietnam yang 50 tahun lalu ia serang ahad (15/1). Dalam kunjungannya tersebut ia bertemu dengan seorang veteran perang Vietnam Vo Ban Tam yang ditangkap kapal patroli AS pada tahun 1969. 50 tahun lalu Vo Ban Tam bergabung dengan pasukan gerilyawan Viet Cong.

Vo Ban Tam dalam pertemuan dengan John Kerry tersebut mengatakan, ia pertama kali ia bertemu John Kerry di tepi di sungai Bay Hap, dimana saat itu ia dan teman-temannya bermaksud menyerang Kerry yang sedang berpatroli. Namun dengan kelihaiannya sebagia tentara yang terlatih, Kerry malah berhasil menyerang balik dan berhasil menembak mati salah seorang anggota gerilyawan.

Setengah abad kemudian keduanya kembali bertemu, tapi tidak lagi sebagai musuh. Keduanya saling bersalam, dan bercengkarama. Kerry mengunjungi sungai Bay Hap di hari terakhir kunjungannya di Vietnam. Atas tugas yang telah dijalankan di Vietnam, John Kerry mendapatkan medali penghargaan sebagai letnan muda angkatan laut AS.

Pada tanggal 28 Februari 1969 sebagai nakhoda Swift perahu PCF-94, Kerry sedang patroli saat gerilyawan Vo melakukan serangan yang tidak terduga. Diantara gerilyawan tersebut, ada Vo Ban Tam. Rencananya Vo akan melemparkan granat api ke kapal patroli yang dikendarai Kerry. Namun serangan tersebut tidak berhasil, malah Kerry melakukan serangan baik dengan mengejar lawannya. Dengan senapan M-16 ia berhasil menembak mati salah seorang gerilyawan dan yang lainnya berhasil melarikan diri.

Vo mengatakan, yang tewas saat itu bernama Ba Thanh 24 tahun. Ba Thanh adalah pasukan terlatih untuk melontarkan rudal dan menjadi kekuatan utama pasukan Viet Cong di provinsi Ca Mau.

"Kami gerilyawan. Kami selalu berhasil meloloskan diri dari sergapan anda."kata Vo kepada Kerry melalui penerjemah. "Yah, aku senang kita berdua masih hidup," balas John Kerry.

John Kerry pasca menjalankan tugasnya sebagai letnan muda di Vietnam dia berperang besar dalam upaya rekonsiliasi pasca perang Vietnam. Kerry juga terlibat dengan sesama veteran dalam rencana membuka Fulbright Universitas yang didanai AS di negara itu.