Menurut Kantor Berita ABNA, bertempat di Riyadh International Exhibition Centre - Riyadh, Indonesia cq. KBRI Riyadh telah mengikuti International Coffee and Chocolate Exhibition yang diselenggarakan pada tanggal 20 - 23 Desember 2016.
Pameran yang berlangsung sangat meriah tersebut, disamping dihadiri oleh para pejabat terkait Arab Saudi juga dihadiri oleh Wakil Kepala Perwakilan RI, Sunarko, serta sekitar 20.000 pengunjung yang terbagi menjadi 2 (dua) area, masing-masing area Business to Business (B to B) yang diikuti oleh 7 (tujuh) negara: Italia, Bahrain, Arab Saudi, Tanzania, Lebanon, Afrika Selatan dan Indonesia serta area Business to Consumer (B to C) diikuti oleh perusahaan lokal dan internasional yang telah mempunyai kantor perwakilannya di Arab Saudi.
Dalam pameran tersebut KBRI Riyadh telah menyewa 8 booth dengan luas 72 m² yang semuanya bertempat di area pameran B to B yang digunakan untuk memfasilitasi 4 (empat) perusahaan Indonesia masing-masing: CV Hen's Co (produk kopi, kopi luwak dan coklat); PT Harmen Arafah (produk kopi dari Kerinci); Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (produk kopi dari Jawa Timur); Yayasan Kemala Yasin (produk kopi dan coklat dari Medan) dan 4 distributor/importir produk Indonesia masing-masing Sami Alkathiri Trading Est., Al Wefag Trading & Manufacturing Co. Ltd, Al Zohaifi Trading dan Al Meshbab Trading.
Menurut Atase Perdagangan KBRI Riyadh, Wawan Sudarmawan, keikutsertaan Indonesia dalam pameran tersebut adalah untuk mempromosikan produk kopi dan cokelat Indonesia di tingkat global khususnya pasar Arab Saudi.
"Kualitas dari dua produk perkebunan ini juga diharapkan bisa semakin meningkat, bukan hanya produknya tapi juga dalam hal pemasaran dan pengembangannya, karena kedua produk ini pasarnya sangat potensial dan menjanjikan di Arab Saudi," kata Wawan.
Sementara itu, menurut Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Riyadh, Kusnaredi Takarijanto, diplomasi ekonomi di Arab Saudi akan terus digalakkan melalui berbagai cara.
"Pameran ini juga diharapkan menjadi etalase menjanjikan bagi pengusaha Indonesia untuk melihat lebih dekat pasar kopi dan coklat di Arab Saudi," kata Kusnaredi melanjutkan.
Selama pameran, untuk menarik para pengunjung datang ke paviliun Indonesia, peserta pameran memberikan uji rasa (taste sample) kepada para pengunjung untuk mencicipi rasa kedua produk tersebut. Hasilnya, paviliun Indonesia cukup menarik perhatian dengan ramainya pengunjung pameran baik individu maupun pengusaha.
Dari pameran tersebut, telah dihasilkan transaksi eceran/ritel sebesar 30,758 Saudi Arabia Riyal (SAR) dan estimasi nilai kontrak dagang sebesar US$ 573,750,- Sementara untuk permintaan hubungan dagang tercatat sebanyak 96 inquiry yang selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh para peserta pameran.