Menurut Kantor Berita ABNA, Hassan Ghashghavi dalam wawancara dengan wartawan IRIB mengatakan, ledakan bom mobil di wilayah utara kota Hilla, provinsi Babylon menyebabkan kesyahidan puluhan peziarah Imam Husein, termasuk 24 warga Iran yang sedang kembali dari peringatan Arbain, dan sebagian lainnya cidera.
"Sejak awal ledakan teroris terjadi, kedutaan Iran di Irak sudah menjalin kontak dengan pemerintah daerah dan pejabat Baghdad," ujar Ghashghavi.
Di bagian lain statemennya, deputi menlu Iran menyinggung kerja sama baik pemerintah Irak dalam menjamin keamanan para peziarah.
"Tehran berharap, para peziarah yang kembali memperhatikan masalah keamanan dan bekerja sama dengan pihak terkait," tegasnya.
Juru bicara kementerian luar negeri Iran, Bahram Ghassemi mengecam serangan teroris yang terjadi hari Kamis di Hilla Irak, dan menyampaikan belasungkawa yang terdalam kepada keluarga korban.
"Kejahatan ini telah dirancang sebagai reaksi atas kekalahan berturut-turut teroris di Irak," ujar Ghassemi.
"Republik Islam Iran senantiasa bersama bangsa tertindas Irak dalam menghadapi teroris,"tegasnya.




