Menurut Kantor Berita ABNA, delapan Duta Besar dan empat pejabat diplomatik Kedutaan Besar negara sahabat telah hadir menyaksikan serangkaian kegiatan “Festival Bahari Kepri” (Kepulauan Riau) 2016, di Tanjungpinang, pada tanggal 28-30 Oktober 2016. Rombongan korps diplomatik yang totalnya berjumlah 15 orang tersebut, mengikuti program diplomatic tour ke Tanjungpinang yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Daerah Kepulauan Riau.
Setibanya di bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang tanggal 28 Oktober 2016, rombongan langsung menuju Bintan Expo Centeruntuk mendengarkan expose potensi investasi di Kabupaten Bintan. Acara dilanjutkan dengan menyaksikan karnaval pakaian tradisional Kepulauan Riau di halaman kediaman resmi Gubernur Kepulauan Riau. Rombongan Duta Besar tampak kagum menyaksikan antusiasme dan kreatifitas masyarakat dalam menampilkan kreasi pakaian tradisional yang berwarna warni meriah dan mencerminkan kekayaan budaya bahari Kepulauan Riau.
Pada kesempatan jamuan makan malam, Gubernur Nurdin Basirun meminta para Duta Besar untuk mengajak pengusahanya menanamkan modal di Kepulauan Riau. Gubernur menjanjikan kepastian hukum, kemudahan dan insentif bagi investor asing yang ingin menanamkan modalnya di berbagai sektor unggulan, khususnya pariwisata. Sebaliknya, para Duta Besar yang diwakili oleh Duta Besar Ukraina menyampaikan pentingnya para Duta Besar mempelajari potensi berbagai daerah di Indonesia guna dapat menjajaki kerjasama yang lebih erat di masa mendatang.
Keesokan harinya, rombongan Duta Besar mengunjungi Bintan Resort Center serta objek-objek wisata dan fasilitasnya di Lagoi. Para Duta Besar tampak antusias menanyakan berbagai hal terkait objek wisata dan fasilitas-fasilitas yang ada di kawasan wisata tersebut.
Selanjutnya, para Duta Besar juga hadir pada acara Pembukaan “Festival Bahari Kepri” serta peresmian Gedung Tourism Information Center “Gonggong” oleh Menteri Pariwisata yang dilanjutkan dengan parade kapal hias. Pada kesempatan tersebut, Menteri Pariwisata mengapresiasi Pemerintah Daerah Kepri yang telah berhasil menyelenggarakan berbagai kegiatan Festival Bahari Kepri dalam rangka Sail Selat Karimata 2016. Menteri Pariwisata juga menetapkan secara resmi Kepulauan Riau sebagai “Gerbang Wisata Bahari Indonesia”.
Kegiatan diplomatic tour Tanjungpinang diakhiri dengan kunjungan ke “Vihara Seribu Patung”. Keunikan Vihara yang dibangun tahun 2008 tersebut adalah jumlah patung yang sangat banyak, sehingga tidak hanya menjadi tempat ibadah umat Budha, tetapi juga menjadi objek wisata yang menarik.
Peserta diplomatic tour Tanjungpinang ini adalah Duta Besar Bulgaria, Duta Besar Eithiopia, Duta Besar Irak, Duta Besar Kolombia, Duta Besar Libya, Duta Besar Pakistan, Duta Besar Ukraina, Duta Besar Yunani, serta pejabat diplomatik Armenia, Inggris dan Tiongkok.