9 April 2015 - 06:10
Kelompok Militan Anshar Al Furqan Akui Bertanggungjawab atas Penyerangan di Perbatasan Iran

kelompok teroris yang menamakan dirinya Anshar al Furqan mengaku bertanggungjawab atas serangan mematikan yang merenggut 8 korban jiwa dari tentara Iran diperbatasan antara Iran dan Pakistan.

Menurut Kantor Berita ABNA, kelompok teroris yang menamakan dirinya Anshar al Furqan mengaku bertanggungjawab atas serangan mematikan yang merenggut 8 korban jiwa dari tentara Iran diperbatasan antara Iran dan Pakistan.

Abu Hafsh Bluci juru bicara kelompok tersebut dalam sebuah video amatiran yang di posting di media sosial menyatakan bahwa kelompoknyalah yang menjadi pelaku dari aksi penyerangan tersebut, dan menegaskan akan kembali melakukan aksi-aksi penyerangan serupa di kemudian hari.

Dalam lanjutan pernyataannya, dia menyebutkan aksinya tersebut adalah aksi jihad dan akan terus dilanjutkannya sampai memasuki Iran.

Kelompok Anshar al Furqan adalah kelompok militan yang sebelum terdiri dari dua kelompok yaitu pasukan al Anshar dan al Furqan yang kemudian menyatukan diri dibawah pimpinan Maulawi Shalahuddin dan Abu Hafs Bluci sebagia komandan perangnya.

Diwaktu yang hampir bersamaan, kelompok Jaish al Adl juga menyatakan mengaku bertanggungjawab atas aksi teror di perbatasan Iran tersebut.

Ali Asghar Mirsyakar kepala keamanan dan militer Sistan dan Blucistan menyatakan dalam pernyataannya terkait aksi penyerangan tersebut, “Dalam kontak senjata dengan kelompok teroris diperbatasan, menyebabkan 8 anggota kami gugur. Namun kami bisa mencegah akibat yang jauh lebih buruk. Kami berharap Pakistan sebagai Negara tetangga tidak membiarkan keberadaan kelompok teroris di Negara mereka yang kemudian membawa mala petaka bagi rakyat Iran.”

Selanjutnya ia menegaskan, tidak akan diam dengan adanya aksi penyerangan tersebut dan akan mengejar pelakunya.