Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam wa Muslimin Dr. Hasan Ruhani, Presiden Republik Islam Iran, dalam sambutannya membuka penyelenggaraan Konferensi Internasional Persatuan Islam di Tehran, rabu [7/1] menegaskan akan pentingnya kebersamaan dan saling memahami sesama muslim. Beliau berkata, “Setiap kaum muslimin dan ulama Islam harus saling bergandengan tangan satu sama lain, dan bersungguh-sungguh untuk tetap menjaga persatuan umat Islam.”
“Jika kita menghendaki terwujudnya persatuan dikalangan dunia Islam, maka yang pertama harus kita lepas adalah sikap mementingkan kepentingan kelompok sendiri. Yang harus menjadi perhatian dan konsentrasi kita adalah kepentingan dunia Islam, sehingga manfaat yang dapat diperoleh bisa dirasakan oleh semua umat Islam.” tambahnya.
Presiden Iran yang juga agamawan tersebut menegaskan bahwa kerjasa sama dikalangan umat Islam terutama dalam mewujudkan persatuan Islam adalah salah satu dari cabang agama yang merupakan kewajiban setiap muslim, karenanya pemimpin Negara-negara muslim dan para ulama Islam berkewajiban berada dibarisan terdepan untuk mewujudkan hal tersebut.
Presiden Ruhani lebih lanjut menyebutkan, konflik dan perseteruan yang terjadi dikalangan umat Islam yang menimpa sejumlah Negara muslim setidaknya dalam 2-3 tahun terakhir tidak dapat diselesaikan dengan hanya mempropagandakan persatuan umat Islam melalui kata-kata melainkan dapat terwujud dengan pertemuan-pertemuan ulama yang secara intens dilakukan. Menurutnya melalui pertemuan dan dialog antara ulama dari berbagai mazhab yang berbeda dapat ditemukan kesepakatan bersama dan sikap saling memahami satu sama lain, sehingga persatuan untuk bersama mengibarkan bendera Islam yang satu dapat terwujud.
Menurut Dr. Hasan Ruhani, Nabi Muhammad Saw memulai dakwahnya dan menyebarkan Islam melalui jalan akhlak. “Nabi Saw menyatukan umat Islam dalam bingkai wahyu Ilahi, dan beliau menyerukan agar umat Islam selanjutnya termasuk pada generasi kita untuk meneladani dan mengikut jalan beliau dan melanjutkannya. Konferensi umat Islam bukan hanya bertujuan mengubah perpecahan menjadi persatuan Islam melainkan juga untuk saling mengenal satu sama lain, saling berbagi dan saling mengisi. Jika semua pemuka mazhab menggiring ummatnya menuju tujuan dan cita-cita yang satu, maka persatuan ummat bukan sesuatu yang mustahil. Namun jika masing-masing mazhab hanya mementingkan kelompoknya, maka persatuan umat yang dicita-citakan bersama tidak akan bisa tercapai.”
“Persatuan yang dimaksud, bukanlah masing-masing mazhab meninggalkan amalan fiqh yang diyakininya. Melainkan masing-masing pengikut mazhab tetap mengamalkan amalan fiqh yang diyakininya meskipun berbeda dengan mazhab lain namun kesemuanya memperjuangan cita-cita dan tujuan yang sama, yaitu kejayaan Islam berdasarkan al-Qur’an dan Sunnah sebagaimana yang dijalankan dan yang dicontohkan Nabi Muhammad Saw. Maka persatuan yang demikian adalah sesuatu yang sangat mungkin terjadi.” lanjutnya.
Presiden Ruhani selanjutnya menegaskan tujuan konferensi Islam yang menghadirkan ratusan ulama Islam dari berbagai mazhab dan berasal dari berbagai Negara tersebut di Tehran adalah untuk membentuk kesepakatan bersama antara ulama Islam untuk berjalan di jalan persatuan. “Jika salah satu chanel televisi atau radio menyiarkan program yang berpotensi memecah belah antar pengikut mazhab dengan cara membela mazhab sendiri sambil melontarkan hinaan dan pelecehan terhadap mazhab lain, maka kita sama-sama dengan satu suara mengecam dan mengutuk hal tersebut. Jika ada yang melakukan penghinaan terhadap kehormatan satu mazhab, maka kita yang bergabung disini berjanji untuk sama-sama dengan satu suara untuk mengecam dan mengutuknya, dan kita berlepas diri dari perbuatan tersebut.”
Dibagian penutup sambutannya, Dr. Hasan Ruhani mengatakan, “Saya berhadap kedepannya, ulama-ulama Islam baik dalam menulis tafsir, tarikh, fiqh dan makalah-makalah keislaman lainnya haruslah diisi dengan semangat persatuan dan mengandung unsur-unsur ajakan kepada umat untuk saling memahami dan menjaga persatuan satu sama lain.”
“Persatuan Islam bukanlah bermakna saling mengupayakan agar mazhab lain meyakini satu mazhab yang sama, melainkan mazhab-mazhab yang ada saling beriringan dan bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita Islam, dan hidup berdampingan sebagai sesama muslim.” tutupnya.