21 November 2014 - 12:50
Mengerikan, ISIS Kuasai Tekhnologi Bom C-4

Disinyalir ada sekitar 4000 bom yang disebar ISIS di tempat-tempat yang dulu dikuasainya.

Menurut Kantor Berita ABNA, serangan bom merupakan taktik utama yang digunakan kelompok teroris ISIS untuk melakukan aksi pembunuhan massal terhadap rakyat Irak atau dalam menghadapi militer Irak dalam pertempuran bersenjata. ISIS dalam beberapa tahun terakhir mampu membuat alat peledak berkekuatan tinggi yang mampu menghancurkan tank-tank lapis baja militer Irak.

Mayoritas anggota ISIS adalah mantan tentara rezim Saddam yang terlatih dan sudah mahir membuat bahan peledak dan kemudian mengajarkannya pada ISIS dengan bahan-bahan tertentu. Salah satu keahlian mantan anggota rezim Ba’ath adalah penguasaan tekhnologi pembuatan bom yang sulit untuk dijinakkan. Kesalahan kecil saja akan menyebabkan bom itu meledak dan mengundang tragedi besar. Diantara bahan yang digunakan ISIS adalah C-4 yang daya ledaknya jauh lebih kuat dari TNT.  

Selain C-4, ISIS juga menggunakan Nitrat Ammonia dan bahan lainnya yang menyerupai garam. Dengan menyembunyikan bahan-bahan tersebut di dalam karung-karung goni garam, bahan-bahan ini telah diselundupkan ke berbagai kota di Irak.

Menurut pakar, cara terbaik menjinakkan bom ISIS adalah dengan menggunakan robot. Namun kebanyakan robot Irak telah musnah ketika operasi penjinakan bom-bom yang diletakkan ISIS di bawah tanah.

ISIS dengan bahan peledak yang dipunyainya telah menanam ranjau-ranjau diseluruh kawasan yang dikuasainya, termasuk di jalan-jalan, kebun-kebun kurba, pohon-pohon termasuk di tiang-tiang listrik. Disebutkan pasukan keamanan Irak berhasil menjinakkan kurang lebih 200 ranjau yang dipasang ISIS di kawasan Jufr al Sekkar yang berhasil kembali dalam penguasaan militer Irak. Disinyalir ada sekitar 4000 bom yang disebar ISIS di tempat-tempat yang dulu dikuasainya.