7 November 2014 - 21:52
Khatib Shalat Jumat Tehran Bantah Pernyataan Obama terkait Iran

Khatib shalat Jumat Tehran mengatakan, Republik Islam Iran berdiri sendiri dalam melawan keserakahan arogansi dunia.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Sayid Ahmad Khatami dalam khutbah Jumat di Mushalla Besar Imam Khomeini ra di Tehran, ibukota Iran, Jumat (7/11), membantah pernyataan Barack Obama, Presiden Amerika Serikat bahwa sanksi telah menyeret Iran ke meja perundingan.

Ia menambahkan, perundingan nuklir antara Iran dan Kelompok 5+1 (Rusia, Cina, Perancis, Inggris, Amerika Serikat ditambah Jerman) telah membuktikan kepada semua pihak bahwa pemerintah Washington tidak pernah dapat dipercaya.

Ketika menyinggung bahwa legitimasi AS mengalami penurunan, Ayatullah Khatami mengatakan, perselisihan antara Iran dan AS akan berlanjut meskipun isu nuklir terselesaikan.

Khatib shalat Jumat Tehran menegaskan, dunia tidak akan melupakan dukungan AS kepada rezim pembunuh anak-anak (rezim Zionis Israel), pembentukan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan dukungannya serta kebijakannya yang mempersenjatai teroris-teroris di Suriah.

Ayatullah Khatami juga mengecam teror terhadap para peserta acara Asyura di desa Al Dawla, Al Ahsa di Provinsi Al Sharqiya, Arab Saudi.

Ia mengatakan, kejahatan dan serangan terhadap para peserta Asyura di Arab Saudi sebagai akibat dari ideologi Wahabi yang mempromosikan kebrutalan, budidaya terorisme dan pembunuhan, di mana pemerintah Riyadh harus bertanggung jawab atas tindakan kelompok tersebut.

Di bagian lain khutbahnya, Ayatullah Khatami menilai perlakukan terhadap para peserta Asyura di Bahrain sebagai masalah penting di kawasan.

Ia menuturkan, serangan terhadap para peserta Asyura oleh aparat keamanan Bahrain terjadi ketika mayoritas warga di negara tersebut adalah Muslim Syiah, di amana acara mengenang duka bagi Imam Husein as, cucu Rasulullah Saw adalah masalah yang umum dilakukan oleh warga Bahrain.

Khatib shalat Jumat Tehran menyarankan kepada para pejabat rezim Al Khalifa untuk belajar dari transformasi di Yaman dan mereka harus tahu bahwa tekanan terhadap rakyat Muslim Yaman menyebabkan mereka tumbang dan runtuh.

Ulama terkemuka Iran tersebut juga menyinggung kejahatan militer rezim Zionis di Palestina dan mengatakan, aparat keamanan Israel menyerbu Masjid al-Aqsa, namun sebagian penguasa di kawasan hanya bersikap pasif dan cukup mengecam tindakan tersebut.

Ayatullah Khatami menjelaskan bahwa satu-satunya jalan untuk menghadapi kejahatan Zionis adalah melenyapkan tumor kanker ini dari kawasan seperti perkataan Imam Khomeini ra bahwa Israel harus musnah. (IRIB)