22 Oktober 2014 - 18:40
Kami Tidak Percaya Pihak yang Mengklaim Memerangi ISIS

Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyatakan, Iran tidak mempercayai ketulusan pemerintah-pemerintah yang mengaku melawan militan Takfiri ISIS.

Menurut Kantor Berita ABNA, Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyatakan, Iran tidak mempercayai ketulusan pemerintah-pemerintah yang mengaku melawan militan Takfiri ISIS.

"Kami tidak percaya dan yakin kejujuran mereka yang mengemukakan pernyataan itu (untuk melawan ISIS) dan berpendapat bahwa isu ISIS dan terorisme harus diselesaikan oleh negara-negara regional," kata Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi di Tehran, Selasa (21/10).

Rahbar mengatakan Iran menekankan pentingnya keamanan, kesejahteraan, kekuasaan dan kehormatan Irak sebagai negara penting di kawasan Timur Tengah, dan menambahkan bahwa Republik Islam tegas dan serius mendukung pemerintah baru Irak.

"Keadaan saat ini di wilayah, termasuk di Irak, merupakan hasil dari kebijakan tidak bertanggung jawab yang diadopsi oleh kekuatan transregional dan sejumlah negara regional tertentu terhadap Suriah," kata Rahbar.

"Kami percaya bahwa rakyat dan pemerintah Irak, khususnya para pemuda di negara itu, mampu mengatasi teroris dan membangun keamanan serta tidak memerlukan kehadiran pihak asing," tambah beliau.

Ayatullah Khamenei juga menegaskan bahwa Irak telah menerapkan kebijakan yang tepat dan bijaksana dalam beberapa tahun terakhir dengan menolak mengizinkan wilayahnya digunakan untuk melawan Suriah.

Pemimpin Besar Revolusi Islam menilai kebijakan pemerintah baru Irak cukup benar dalam memupuk nasionalisme, persatuan etnis dan suku seraya menyatakan bahwa tidak ada artinya membagi-bagi Irak menjadi Syiah, Sunni, Kurdi dan Arab.

Di lain pihak, Perdana Menteri Irak, mengapresiasi sikap dan peran Iran dalam memerangi militan ISIS dan mengatakan bahwa rakyat Iran dan Irak dapat memukul mundur para teroris.

Abadi juga menyatakan tekad Irak untuk memperluas hubungan dengan Iran di berbagai bidang.(IRIB)