Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Sayid Ahmad Khatami, Khatib Jumat Tehran mereaksi statemen Saud Al Faisal, Menlu Saudi yang menyebut Iran sebagai bagian dari masalah kawasan. Ia mengatakan, "Siapa yang tidak tahu kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah, ISIS dibentuk dari dolar-dolar minyak Saudi, dan setiap teror yang terjadi di Dunia Islam dilakukan dengan anggaran pemerintah Saudi."
Ayatullah Khatami menerangkan bahwa Saudi adalah sumber seluruh masalah kawasan. "Akan tetapi kemarahan pemerintah Saudi juga dapat dipahami, pasalnya kerja keras mereka dengan mengeluarkan jutaan dolar untuk menggulingkan pemerintah Suriah dan Irak, tidak berhasil," katanya.
Khatib Jumat Tehran juga mengecam dijatuhkannya vonis mati terhadap Syeikh Nimr Baqir Al Nimr, ulama Syiah Saudi karena dukungannya atas revolusi Bahrain, Wilayatul Fakih dan hak hidup Syiah di Saudi. Ia menjelaskan, "Pada saat yang sama pejabat-pejabat lembaga hak asasi manusia internasional memprotes hukuman mati para penjahat di Iran, tapi mereka diam menyaksikan vonis mati atas seorang ulama Syiah di Saudi."
Ayatullah Khatami menilai hukuman mati atas Syeikh Nimr menindas dan memperingatkan pemerintah Saudi atas dampak-dampak pelaksanaan hukuman yang berbiaya besar tersebut.
Menjelang tibanya bula Muharam 1435 H, Khatib Jumat Tehran juga menyinggung persiapan masyarakat menyambut hari-hari ini dan mengatakan, "Semua orang berhutang kepada Karbala dan Asyura, api cinta kepada Imam Husein as terus membara di hati setiap Muslim."
Ia mengingatkan peringatan Asyura tahun 2009 dan insiden yang terjadi bersamaan dengan pemilu presiden di Iran. Menurutnya itu adalah luka lama dalam lembaran sejarah Revolusi Islam. "Insiden ini adalah sebuah fitnah yang di satu sisinya ada munafikin dan pendukung monarki, dan di sisi yang lain ada rakyat dan wilayah," tegasnya.
Khatib Jumat Tehran menilai peristiwa pilpres Iran tahun 2009 sebagai penentangan terhadap republik dan pemerintahan Islam. Pihak-pihak yang kalah dalam pilpres tidak mau menerima kekalahan dan menyerang para peserta acara peringatan kesyahidan Imam Husein as.
Sehubungan dengan tibanya hari berdirinya Kementerian Intelijen Iran, Khatami mengatakan, "Kementerian Intelijen Iran sejak hari pertama berdiri sampai detik ini memberikan pelayanan-pelayanan berharga bagi Republik Islam Iran dan menggagalkan upaya-upaya jahat musuh yang ingin menggulingkan Revolusi Islam." (IRIB)