Menurut Kantor Berita ABNA, hari disaat kaum muslimin sedunia sedang bergembira dan penuh suka cita merayakan Hari Idul Adha, kelompok takfiri justru melakukan teror dengan menjadi dalang dalam dua aksi peledakan bom dan satu aksi teror penembak gelap di wilayah pemukiman muslim Syiah Pakistan.
Ledakan terjadi di Queeta, Pakistan, sabtu [4/10]. Media setempat melaporkan,10 korban meninggal dunia, dan sekitar 23 orang lainnya luka-luka, termasuk diantaranya perempuan dan anak-anak.
Ledakan Pertama
Ledakan pertama terjadi, dari sebuah bis mini di kota Kuhat Pakistan yang sedang melaju di jalan raya. Ledakan yang menyebabkan badan mobil terbakar dan rusak parah turut menelan korban jiwa 4 orang dan 12 lainnya luka-luka.
Dilaporkan oleh wartawan ABNA yang berada di lokasi kejadian pasca peristiwa peledakan, salah seorang yang menjadi korban adalah Sayyid Syahanshah, salah seorang muballigh Syiah yang memang telah lama menjadi incaran kelompok takfiri karena aktivitas dakwahnya.
Disebutkan bahwa ledakan tersebut adalah yang ketiga dalam satu minggu terakhir, dengan modus operandi serupa, yaitu dengan meletakkan bahan peledak pada bis atau kendaraan umum yang ditumpangi warga muslim Syiah. Tidak adanya upaca pengamanan dan pencegahan dari pihak kepolisian menyebabkan, hal serupa sering terjadi dan berulang kali.
Ledakan Kedua
Sementara itu, ledakan juga terjadi sebuah halte bis di kota Khaibar Yakhtunakhwah wilayah bagian barat Pakistan, yang menyebabkan 6 warga muslim Syiah dan Sunni meninggal dunia dan 17 lainnya mengalami luka parah.
Sumber ledakan terjadi dari sebuah mini bus yang sedang menurunkan penumpang di sebuah halte bis. Salim Khan Marwat, Kepala Kepolisian setempat menyampaikan, “Ledakan ini ini terjadi disebuah halte bis. Setidaknya dua mobil pribadi dan satu bis mini rusak parah akibat ledakan tersebut.”
“Ledakan tersebut juga merenggut korban jiwa sebanyak 6 orang dan 17 lainnya luka-luka.” Tambahnya.
Para korban yang luka-luka segera mendapat perawatan medis di rumah sakit terdekat, dan tiga diantara korban luka-luka tersebut adalah anak-anak.
Teror Sniper
Pada malam harinya, seorang warga Syiah Pakistan bernama Rahmat Ali, ditembak oleh orang yang tidak dikenali ketika dalam perjalanan kembali ke rumahnya di kota Karachi. Diduga keras, pelakunya adalah anggota kelompok Sepah Sahabeh, yang memang sering melakukan aksi teror dan tindak kekerasan kepada warga setempat. Korban lainnya adalah, Nadim Haida, dengan modus serupa. Dia dicegat diperjalanan lalu kemudian tubuhnya diterjang dengan peluru dari senjata api. Peristiwa terjadi di kota Hafidz Abad, di wilayah Punjab.