29 September 2014 - 14:01
Kekuatan Adidaya Dapat Dilawan Meski dengan Keterbatasan

“Pengalaman delapan tahun dalam perang Pertahanan Suci menunjukkan meski semua keterbatasan dan tekanan yang ada serta tidak adanya dana dan berbagai masalah, kesewenang-wenangan dan tuntutan tidak logis kekuatan adidaya dunia dapat dihadapi dengan tekad baja dan tawakal kepada Allah Swt.”

Menurut Kantor Berita ABNA, Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid ali Khamenei menyatakan, “Pengalaman delapan tahun dalam perang Pertahanan Suci menunjukkan meski semua keterbatasan dan tekanan yang ada serta tidak adanya dana dan berbagai masalah, kesewenang-wenangan dan tuntutan tidak logis kekuatan adidaya dunia dapat dihadapi dengan tekad baja dan tawakal kepada Allah Swt.”

Hal itu disampaikan Rahbar, Rabu (24/9) dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi militer dan polisi. Beliau menilai era Pertahanan Suci sebagai kehormatan bagi bangsa Iran dan menegaskan, “Berkat perjuangan bangsa Iran selama delapan tahun Pertahanan Suci, banyak tokoh berpengaruh dan otak-otak aktif di negara-negara Islam dan non-Islam, yang meyakini pertahanan kokoh dengan tangan kosong.”

Rahbar menilai era Pertahanan Suci sebagai sebuah masalah penting dan memiliki berbagai dimensi. “Berbagai kenangan, peristiwa dan pelajaran delapan tahun Pertahanan Suci, merupakan sebuah budaya yang mengalir dan sumber yang jika diresapi dan dipahami dengan benar, pasti akan menguntungkan bangsa Iran dan masa depan negara.”

Menyinggung pembentukan front militer besar yang terdiri dari Barat, Timur dan negara-negara dependen mereka di kawasan dalam menghadapi Iran pada era perang yang dipaksakan, Ayatullah Khamenei memaparkan, “Niat dari front besar ini adalah melemahkan dan mengolok pemerintahan Islam serta membuatnya terlilit berbagai masalah internal hingga pada akhirnya mempersiapkan keruntuhan Republik Islam. Akan tetapi pemerintah Islam dan bangsa Iran, dengan berbagai kekurangan sarana dan perlengkapan serta segala kendala yang dihadapinya kala itu, mampu tegak menghadapi front itu dan keluar dari medan secara terhormat.”

Terkait kerugian dalam perang Pertahanan Suci khususnya para syuhada, Rahbar mengatakan, “Meski kerugian materi dan non-materi perang yang dipaksakan itu tinggi, akan tetapi capaian bangsa Iran selama delapan tahun Pertahanan Suci sangat besar dibanding yang telah dikorbankan.”(IRIB)