Menurut Kantor Berita ABNA, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar mengatakan, transformasi yang terjadi saat ini menunjukkan adanya perubahan sistem tatanan dunia yang dipelopori oleh Barat termasuk Eropa dan Amerika Serikat, dan tatanan sistematis baru sedang terbentuk.
Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Kamis (4/9) pagi dalam pertemuannya dengan para wakil Majelis Khobregan (Dewan Pakar Kepemimpinan), menyampaikan analisa komprehensif terkait peristiwa yang terjadi di dunia, kawasan dan Iran. Ia menjelaskan tentang tanda-tanda terbentuknya sistem tatanan baru di dunia, sebab-sebab utama goyahnya landasan pemikiran dan praktek kekuasaan Barat serta sistem tatanan dunia sekarang.
Rahbar mengatakan “Dalam era sensitif ini kewajiban yang paling penting adalah meningkatkan kekuatan Iran untuk memberi pengaruh dan memainkan peran dalam proses terbentuknya sistem tatanan dunia baru. Peningkatan kekuatan ini berdiri di atas tiga landasan utama, ilmu dan teknologi, ekonomi dan budaya.”
Menurut Rahbar, pemikiran-nilai, dan militer-politik adalah dua landasan yang mendominasi dunia 70 tahun lalu. “Perkembangan yang terjadi beberapa tahun terakhir di tingkat internasional dan regional menunjukkan bahwa kedua landasan kekuatan Barat itu menghadapi kesulitan dan goyah,” katanya.
Ia menambahkan, “Barat, selama beberapa tahun, dengan slogan-slogan menarik dan menipu seperti kebebasan, demokrasi, hak asasi manusia dan membela kemanusiaan, berusaha membuktikan keunggulan sistem pemerintahannya dibandingkan dengan wilayah-wilayah dunia lain dan berbagai agama terutama agama Islam. Jika bangsa-bangsa dan pemerintahan dunia berdiri menghadapinya, maka mereka akan ditekan secara politik dan militer.”
Menurut Ayatullah Khamenei, penggunaan Amerika atas bom atom untuk membunuh 200 ribu warga Jepang, pendirian penjara Guantanamo, Abu Ghuraib di Irak dan puluhan penjara lain di Eropa, adalah bukti adanya kontradiksi antara slogan-slogan menipu Barat dan praktek yang dilakukannya. “Penggunaan pemaksaan, sanksi, teror dan membentuk kelompok-kelompok teroris seperti Negara Islam Irak dan Suriah, ISIS dan Al Qaeda, juga serangan militer ke sejumlah negara, merupakan faktor lain goyahnya basis pemikiran dan nilai sistem tatanan dunia Barat,” lanjut Rahbar.
Faktor terpenting dari goyahnya kekuatan Barat, kata Rahbar, adalah berdirinya sebuah sistem tatanan di atas landasan pemikiran Islam dan gerakan revolusi di Iran. Ia menjelaskan, “Sistem ini bukan saja tidak hancur karena menjadi sasaran serangan-serangan politik, militer, keamanan dan ekonomi Barat, bahkan saat ini ia semakin kuat.”
Ayatullah Khamenei menilai peristiwa-peristiwa di kawasan seperti Perang 33 hari Lebanon, Perang 22 hari dan delapan hari Gaza, juga Perang 50 hari Gaza adalah masalah-masalah yang mempengaruhi goyahnya kekuatan militer dan politik Barat. “Perang terbaru di Gaza adalah contoh mukjizat,” tegasnya.
Ia menerangkan, “Perlawanan rakyat di sebuah wilayah kecil dan terbatas menyebabkan rezim Zionis Israel, yang merupakan model kekuatan Barat di kawasan, bertekuk lutut dan sekalipun rezim Israel memaksa agar rakyat Gaza menerima gencatan senjata, namun mereka terus menolak sampai tuntutan-tuntutannya dipenuhi.”
Menurut Rahbar pemahaman yang benar soal realitas-realitas yang terjadi di dunia dan kawasan, juga menghindari analisa salah dan merusak, merupakan kewajiban semua orang di era sensitif ini. “Menyerah kepada tekanan sanksi politik dan ekonomi serta pemaksaan militer Barat adalah sebuah analisa yang salah dan berbahaya. Kita tidak boleh keliru dalam masalah ini,” ungkap Rahbar.
Syarat dicapainya kekuatan Iran, kata Rahbar, adalah penggunaan seluruh kapasitas dalam dan luar negeri. Ia mengatakan, “Para pendukung pemerintahan Republik Islam di kawasan adalah target strategi utama kita, sebagaimana juga target strategi kita di Amerika Latin dan sebagian kawasan penting Asia, yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.”
Menurut Ayatullah Khamenei, ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi dan budaya adalah tiga unsur kunci untuk meningkatkan kekuatan negara. Dengan menyinggung keberhasilan-keberhasilan yang dicapai Iran setahun lalu, Rahbar menjelaskan, “Dukungan terhadap pemerintah Iran dan lembaga-lembaga eksekutif adalah kewajiban semua. “ (IRIB)