19 Juli 2014 - 13:31
Kebuasaan Israel ibarat Srigala yang Menerkam Mangsa

"Serangan ganas dan kejam Israel atas Gaza telah bermula, mereka seolah-olah diciptakan ibarat srigala dan binatang buas yang memang hanya untuk menerkam kambing-kambing dan memperdayainya.”

Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam Sadiqhi dalam khutbah Jum’at pekan ini menceritakan tentang serangan rezim Zionis terhadap Gaza dengan berkata, "Serangan ganas dan kejam Israel atas Gaza telah bermula, mereka seolah-olah diciptakan ibarat srigala dan binatang buas yang memang hanya untuk menerkam kambing-kambing dan memperdayainya.”

"Israel merupakan makhluk yang bukan sekadar tidak mengenal Tuhan, malah tidak takut kepada hari kiamat serta aturan yang telah dibuat dan disepakati secara internasional. Pihak yang menanam benih konflik inilah yang bertanggungjawab atas lahirnya semua kebiadaban ini. Dan sangat tragis, sebab organisasi-organisasi internasional yang diharap mampu menghentikan kebiadaban tersebut justru memberikan lampu hijau terhadap Zionis yang masih terus secara buas menebar kekejian dan kejahatan.” Tambahnya lagi.  

Berkenaan dengan peristiwa berdarah di Gaza yang menyebabkan anak-anak dan perempuan turut menjadi korban, beliau berkata, “Dengan dalih seorang atau tiga dari warga mereka diklaim hilang, mereka telah menumpahkan darah lebih dari 220 orang dan menciderai ratusan lainnya tanpa rasa belas kasihan. Mereka menghujamkan rudal-rudal diatas pendukuk sipil yang tidak memiliki perlindungan, dan ini adalah musibah besar yang telah mencabik-cabik naluri kemanusiaan.”

Hujjatul Islam Sadighi menegaskan, "Cukuplah sekiranya semua kejadian ini menjadi pengingat bagi Negara-negara tetangga dan Negara-negara Islam secara keseluruhan , bahwa srigala tidak akan pernah mau kompromi dengan kambing, itu pemisalan yang tepat untuk mereka. Sekiranya mereka berunding sekalipun, itu bukan untuk tujuan hak dan keadilan, melainkan berdasar atas kepentingan mereka sendiri yang dengan itu akan semakin menyengsarakan bangsa Palestina yang tertindas dan terjajah.”