Menurut Kantor Berita ABNA, Al-Mayadin dalam berita terbarunya melaporkan kematian salah seorang pemimpin teroris Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).
Laporan tersebut menyebutkan, Abu Umar al-Shishani yang mengepalai kumpulan teroris ISIS, Anshar dan Muhajirin (yang dianggotai warga luar Suriah) telah mengalami luka serius yang menjadi penyebab kematiannya dalam sebuah petempuran melawan teroris Jabha Nusra.
Abu Umar yang dianggap sebagai pemimpin al-Qaeda masuk ke Suriah bersama ratusan teroris lainnya dengan bantuan Turki pada awal tahun 2013. Turki ketika itu merupakan dalang utama masuknya sejumlah elemen teroris dari Asia Tengah ke dalam Suriah.
Nama asli Abu Umar berdasar dari yang berasal dari Kementerian Pertahanan Georgia adalah Tarkhan Batirashvili, lahir pada tahun 1968 di kampung Birkiani, Pankisi Gorge. Abu Umar pada tahun 2006 sampai tahun 2007 adalah bagian dari kesatuan militer Georgia.
Pada akhir tahun 2008 Abu Umar memainkan peranan sebagai mata-mata untuk melakukan sabotase terhadap pergerakan iringan truk Rusia di Abkhazia dan turut menyertai pertempuran pada tahun tersebut. Pada tahun 2010 karena terserang penyakit radang paru-paru ia terlantar selama berbulan-bulan di rumah sakit sampai akhirnya di non aktifkan dalam aktivitas militer karena dianggap tidak layak lagi menjalankan tugas.
Dinyatakan sembug, Abu Umar meninggalkan tanah airnya dan berimigrasi ke Turki. Saat pecah konflik internal di Suriah, ia turut masuk ke Suriah dan langsung memimpin kelompok teroris ISIS dengan bekal pengalaman militer yang dimilikinya.
Menurut kantor berita BBC Londom, Abu Umar dibaiat menjadi panglima perang ISIS diu kawasan utara berdasarkan pengakuan Abu Umar sendiri dalam sebuah wawancara dengan sebuah media. Anggota pasukan Abu Umar mayoritas berkebangsaan Caucasus dan lebih banyak memusatkan pertempuran di kawasan Halab. Keberhasilan yang pernah dilakukan Abu Umar dan pasukannya adalah menguasai lapangan terbang di Homa dan menyadera 80 orang anggota militer Suriah.