15 Mei 2014 - 15:52
Takwa adalah Mata Air Kemuliaan

Takwa adalah sumber kehidupan yang harus dipegang teguh oleh setiap kaum muslimin yang mendambakan kemuliaan dan kecintaan Ilahi.

Menurut Kantor Berita ABNA, salah seorang ulama marja taklid muslim Syiah, Ayatullah Nuri Hamadani menegaskan pentingnya menyampaikan kebenaran dan fakta yang nyata dalam pemberitaan. Beliau berkata, "Sebagian dari media pers bukan hanya tidak menyampaikan kebenaran malah sebaliknya memutar balikkan fakta yang ada. Tidak sedikit media fokus kepentingannya adalah mendapatkan keuntungan dan pembaca yang banyak tanpa memperhatikan kualitas dan kebenaran berita yang disampaikannya. Ini adalah masalah penting yang tidak bisa diabaikan dan disepelekan begitu saja."

Hal tersebut disampaikannya dihadapan pengurus lembaga penelitian ilmiah dan sejumlah peneliti dan akademisi provinsi Esfahan kamis (8/5) di kota Qom Republik Islam Iran. "Sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam surah Fushshilat ayat 53, bahwa tanda-tanda kekuasaanNya setiap hari ditunjukkan kepada umat manusia sampai mereka yang menolak kebenaran tauhid dan Al-Qur'an akan binasa dengan sendirinya. Hal tersebut menunjukkan bahwa kebenaran semakin keras mendapatkan penolakan dan penentangan, justru membuatnya semakin kuat dan semakin meluas, sehingga para musuh justru akan binasa dengan tindakan permusuhan dan kebenciannya sendiri." Lanjutnya. 

Guru besar Hauzah Ilmiah Qom tersebut selanjutnya menyebutkan, "Bangsa Persia adalah bangsa yang menggandrungi kebenaran dan ilmu pengetahuan. Bahkan sejak di masa Nabi Saw, Rasulullah Saw sendiri yang memperkenalkan hal tersebut dihadapan sahabat-sahabatnya bahwa jika sekalipun ilmu, iman dan kebenaran menggantung di bintang Tsurayya, orang-orang bangsa Persia akan tetap mengejarnya. Sejumlah hadits dan riwayat mengenai hal tersebut, tidak sedikit yang disampaikan oleh Nabi Saw."

"Allah SWT menjadikan kemuliaan itu didapat dari ilmu, iman dan jihad. Dan sebaik-baik pakaian, adalah pakaian takwa. Dan setiap manusia harus senantiasa berupaya tetap dalam jalur ketakwaan dalam mengarungi kehidupannya." Sambung Ayatullah Nuri Hamadani. 

Ulama besar Iran yang juga seorang mufassir Al-Qur'an tersebut menambahkan, "80 persen bagian dari Al-Qur'an adalah seruan untuk mengetahui dan menuntut ilmu. Harga diri dan tolok ukur kemanusiaan dan kemuliaan seseorang dilihat dari sejumlah ilmu yang dimilikinya. Dan menuntut ilmu adalah kerja-kerja tanpa akhir, karena ilmu Allah yang terbentang ini sangatlah luas dan sedemikian kaya. Mengeruknya tidak habis hanya dalam setahun-dua tahun melainkan aktivitas sepanjang usia manusia."

"Rakyat Iran hari ini menjadi mulia karena keimanan kepada Allah, dan melalui cetusan revolusi Islam yang dikobarkan, menjadikan Iran sebagai teladan terdepan dalam gerakan kebangkitan melawan kezaliman dan kesewenang-wenangan. Negara-negara muslim semakin hari semakin sadar dan bangkit, sementara Negara-negara arogan kedok busuk dan pengkhianatan mereka semakin terkuak dan terbongkar. Dan  kebangkitan di Negara-negara muslim adalah  tanda-tanda semakin dekatnya kemunculan imam Zaman afs."

"Revolusi Islam Iran telah mengubah wajah dunia. Bangsa yang tertindas mulai bangkit untuk merebut hak-haknya sementara bangsa penjajah justru semakin melemah. Rahasianya adalah ketakwaan yang semakin meningkat yang diperlihatkan kaum muslimin diseluruh dunia. Takwa adalah sumber kehidupan yang harus dipegang teguh oleh setiap kaum muslimin yang mendambakan kemuliaan dan kecintaan Ilahi." Pesannya.