Menurut Kantor Berita ABNA, Abdullah al Muhisani, salah seorang muballigh Wahabi ekstrim Irak dalam salah satu pengakuannya yang memicu kontroversi menyebutkan, “Salah satu amalan yang membuat kami selalu merasa lebih baik adalah konsistensi kami dalam memusuhi Syiah. Membunuh pengikut Syiah adalah amalan yang akan semakin memperkuat keimanan dan menaikkan derajat kesalehan.”
Dalam lanjutan penyampaiannya, ia berkata, “Membunuh Syiah adalah amalan syar’i yang wajib hukumnya, sebab ini adalah kebanggaan kami dan nenek moyang kami. Keharusan membunuh orang-orang Syiah dikenal pasca khalifah Yazid dan tingkatan paling rendah adalah dengan menghina dan melecehkan mereka.”
“Seluruh kaum muslimin berkewajiban melakukan hal ini. Setiap diri muslim adalah tentara pembela agama Allah SWT. Perang saat ini yang berlangsung di Irak, sama hakikatnya dengan perang Badar yan berlangsung antara orang-orang beriman dengan kaum munafikin.” Lanjutnya lagi.