Menurut Kantor Berita ABNA, ditengah penyelenggaraan Konferensi Persatuan Umat Islam yang ke-27 di Tehran, Hujjatul Islam wa Muslimin Muhsin Araki selaku Sekjen Lembaga Internasional Pendekatan antar Mazhab Islam mengadakan pertemuan dengan Ayatullah al Uzhma Nashir Makarim Shirazi di Madrasah Imam Sajjad as Qom, Republik Islam Iran.
Dalam pertemuan tersebut, Ayatullah al Uzhma Nashir Makarim Shirazi sembari menyinggung pekan persatuan mengatakan, “Allah SWT dalam Al-Qur’an telah menegaskan pentingnya persatuan antar kaum muslimin dengan memerintahkan kepada umat Islam untuk mengenyampingkan semua perbedaan yang ada. Al-Qur’an menyebutkan bahwa hakekatnya memicu perselisihan antar kaum muslimin sama dengan perbuatan syirik, sehingga mereka yang memecah belah ummat tidak dibedakan dengan mereka yang terjebak dalam perbuatan kesyirikan.”
Ayatullah Makarim Shirazi lebih lanjut menegaskan bahwa perbuatan menghina sesama muslim tidak ada tempatnya dalam Islam dan perbuatan tersebut sangat dilarang keras. Beliau berkata, “Mereka tidak boleh menghina dan melecehkan apa yang kita agungkan dan muliakan sebagaimana kita juga tidak boleh melecehkan apa yang mereka muliakan. Saying sekali, kita masih diperhadapkan pada kenyataan masih banyaknya pihak yang tidak menghendaki umat Islam ini bersatu, termasuk oleh sebagian umat Islam sendiri. Mereka membuat situs-situs berita dan media yang bermuatan provokatif dan memancing perselisihan satu sama lain.”
Ulama besar Syiah yang mengasuh Hauzah Ilmiah Qom tersebut kemudian menjelaskan bahwa setiap muslim Syiah menghendaki perdamaian dan persatuan Ummat dan tidak seorangpun muslim Syiah sejati yang menghendaki terjadinya perpecahan dan perselisihan yang berlarut-larut. Menurutnya, cita-cita besar muslim Syiah adalah tegaknya syiar-syiar Islam yang penuh dengan keagungan. “Masalah ini harus terus ditegaskan dalam media-media kita bahwa muslim Syiah, sejatinya adalah pion-pion pemersatu ummat.” Tegasnya.
“Semua kaum muslimin harus senantiasa bergandengan tangan, dan menjauh dari kelompok Wahabi dengan pemahaman takfirinya. Karena pada hakikatnya kelompok Takfiri telah keluar dari pusat-pusat pendidikan Islam yang lebih mengedepankan nilai-nilai ilmiah dan akhlak Islam dalam menghadapi pemahaman yang berbeda. Kelompok takfiri telah bertindak terlalu jauh dengan melakukan berbagai aksi pembunuhan dan teror, yang bahkan sejak penciptaan nabi Adam as sampai hari ini tidak ada yang menyerupainya.” Lanjut Ayatullah Shirazi lagi.
Ayatullah Makarim Shirazi menjelaskan lebih lanjut bahwa dimanapun Wahabi Takfiri menginjakkan kakinya maka disitu akan ada perselisihan yang berujung pada pembunuhan dan pertumpahan darah. Beliau berkata, “Karenanya tidak ada cara lain, karena Wahabi Takfiri pada hakikatnya telah berada dipihak musuh, maka mereka harus dihindari, dan umat Islam harus menjauh dari mereka.”
Diakhir penyampaiannya, Ayatullah Makarim Shirazi menasehatkan, “Kebangkitan Islam dibeberapa negara muslim telah membuat pihak musuh sangat ketakutan, karenanya mereka juga semakin gigih dalam menjalankan konspirasi mereka untuk menghancurkan umat Islam. Persatuan ummat adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar. Mereka yang memicu perselisihan, sejatinya berada dipihak musuh.”