17 Januari 2014 - 20:30
Isi Pidato Presiden Iran di Konferensi Internasional Persatuan Islam Tehran

Presiden Republik Islam Iran mengatakan, Dunia Islam saat ini sangat membutuhkan kerja budaya untuk memulihkan kondisi yang ada.

Menurut Kantor Berita ABNA, Hassan Rohani, Presiden Iran dalam Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-27 di Tehran yang dibuka hari  Jumat (17/1) menuturkan, "Musuh-musuh Islam selalu mengejar dua target, menciptakan pertentangan dan perpecahan serta memperparah masalah itu di tubuh umat Islam."

Rohani menambahkan, "Sungguh disayangkan sejumlah kelompok yang sama sekali tidak mengenal budaya Islam, hakikat budaya dan dimensi akhlak Islam, dengan nama Islam dan Jihad mengenalkan wajah menyimpang agama suci ini kepada dunia dan memperparah perpecahan di antara Muslimin."

Ia menegaskan, musuh Islam ingin memberikan justifikasi atas kehadiran militer, dominasi politik dan budaya mereka di kawasan dengan membiarkan para perampok dan Zionis berkuasa di kawasan, juga dengan melupakan seluruh kejahatan yang mereka lakukan.

"Musuh Islam bermaksud melancarkan perang baru di kawasan dan untuk tujuan ini mereka sudah bersiap, namun Iran dengan kerjasama negara-negara kawasan, luar kawasan dan sebagian kekuatan termasuk Suriah dan Rusia, mencegah terjadinya perang ini," katanya lagi.

Langkah pertama pemerintah Iran adalah mencegah terjadinya perang baru di kawasan dan dengan segala upaya diplomasi serta seluruh falisitas yang dimiliki, juga kontak terus menerus dengan sejumlah negara berupaya menghindari pertumpahan darah. Dengan kerja bersama, Iran ingin agar kawasan terhindar dari perang, pertempuran dan penjajahan baru.

497556