Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib shalat Jumat Tehran dalam khutbahnya menyinggung perhatian rakyat Iran terhadap jalannya perundingan nuklir dengan Barat dan meningkatnya kejahatan kelompok-kelompok Takfiri.
Ayatullah Mohammad Ali Movahhedi Kermani dalam khutbah Jumat kedua di Tehran menandaskan, "Kelompok-kelompok Takfiri sedang berkembang. Kejahatan dan skandal kelompok tersebut meningkat, bahkan hingga mendorong Presiden Rusia Vladimir Putin mengusulkan supaya Arab Saudi dimasukkan ke dalam daftar pendukung terorisme." Demikian dilaporkan FNA, Jumat (10/1).
Ia menambahkan, mereka di samping Kabah dan sebagai Khadimul Haramain al-Syarifain, namun apa yang sedang mereka lakukan. Mereka menciptakan ketakutan di hati umat Islam.
Ayatullah Movahhedi Kermani menandaskan, mereka meracuni pemikiran untuk melakukan aksi-aksi bunuh diri, bahkan memerintahkan untuk membunuh orang-orang Syiah dengan janji akan mendapatkan imbalan syurga.
Khatib shalat Jumat Tehran menyerukan para ulama, cendekiawan dan masyarakat untuk mengungkap identitas busuk Takfiri kepada dunia. Ia juga mengapresiasi keberhasilan militer Suriah dalam menumpas sebagian Takfiri dan berharap atas kemenangan pasukan Suriah.
Terkait Irak, Ayatullah Movahhedi Kermani menuturkan, Irak saat ini juga menghadapi kejahatan kelompok-kelompok Takfiri dan Alhamdulillah suku-suku di negara itu membantu pemerintah dan berperan aktif dalam menumpas Takfiri.
Mengenai perundingan antara Iran dan Kelompok 5+1, Khatib Shalat Jumat Tehran menandaskan, rakyat Iran mengikuti perkembangan perundingan nuklir dan mereka memperhatikan nilai/skor apa yang diberikan dan diperoleh.
Ayatullah Movahhedi Kermani mengatakan, AS tidak melakukan apapun kecuali permusuhan terhadap Iran, sehingga harus teliti supaya Washington tidak menemukan alasan dan merusak upaya delegasi nuklir Iran.