16 Desember 2013 - 20:30
Al Qaedah Latih Anak-anak untuk Jadi Teroris

Dalam sebuah laporan yang dikirim dari kota Maaloula, reporter TV-7 Bulgaria mengatakan, kelompok teroris dukungan asing merekrut anak-anak muda dari beberapa daerah untuk dilatih melawan pasukan tentara dan rakyat Suriah. Mereka juga memprovokasi anak-anak itu untuk melakukan serangan seksual terhadap perempuan Suriah.

 

Menurut Kantor Berita ABNA, kelompok-kelompok teroris di Suriah bukan hanya beranggotakan laki-laki dewasa tetapi juga anak-anak. Sebagaimana diberitakan Kantor Berita Al ‘Alam, anak-anak diculik dari sekolah-sekolah dan rumah-rumah mereka dari beberapa daerah untuk kemudian dilatih untuk memegang senjata dan memenggal kepala tahanan sipil, anak-anak mudanya bahkan diprovokasi untuk memperkosa gadis-gadis serta wanita Suriah.

 

 

 

Dalam sebuah laporan yang dikirim dari kota Maaloula, reporter TV-7 Bulgaria mengatakan, kelompok teroris dukungan asing merekrut anak-anak muda dari beberapa daerah untuk dilatih melawan pasukan tentara dan rakyat Suriah. Mereka juga memprovokasi anak-anak itu untuk melakukan serangan seksual terhadap perempuan Suriah.

 

Laporan itu mengatakan, sejumlah besar penembak jitu yang berafiliasi dengan Front al- Nusra terkonsentrasi di kota itu.

 

"Militan-militan ini sudah sering menyerang situs dan monumen bersejarah, begitu pula warga Kristen dan gereja-gereja," kata laporan itu.

 

Laporan itu menambahkan, setidaknya 700 ribu warga meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri dari serangan kelompok-kelompok militan.

 

Laporan tersebut menekankan bahwa kelompok militan itu bukan pejuang kebebasan dan demokrasi tapi ekstremis yang tidak akan berhenti sampai tujuan mereka tercapai; meski harus membuat anak-anak muda itu melakukan pekerjaan kotor seperti mereka.

 

Kelompok-kelompok HAM berulang kali mengatakan bahwa kelompok militan melakukan pelanggaran HAM dalam perang dan menewaskan 3.500 lebih anak.

 

Militan dukungan Barat di Suriah itu secara terbuka memaksakan hukum mereka sendiri di seluruh wilayah Suriah, menggeledah gereja-gereja Kristen dan bahkan menyembelih tahanan dengan darah dingin.

 

Mereka juga dengan berani mengancam akan melakukan pembersihan etnis terhadap warga Suriah yang menolak menerima kekuasaan mereka lewat senjata kimia.