Menurut Kantor Berita ABNA, belum usai kedukaan warga muslim Syiah Pakistan atas terbunuhnya Allamah Deedar Ali Jalbani, mantan Sekjen Majelis Wahdat Muslimin Pakistan yang terbunuh 4 Desember lalu, warga muslim Syiah Pakistan kembali berduka. Kali ini giliran Allamah Nasir Abbas Multani, seorang ulama Syiah terkenal Pakistan gugur tertembak dalam perjalanan pulang kerumahnya oleh anggota teroris Sepah-e Sahaba di Lahore.
Allamah Nasir Abbas Multani yang semasa hidupnya menjabat sebagai Ketua Majelis Wahdat Muslimin Pakistan setelah memberikan ceramahnya di Shah Jamal, Shadman, Lahore pada pukul 11 malam Ahad lalu, dalam perjalanan pulang kerumahnya dengan mobil pribadi yang dikendarainya tiba-tiba dicegat oleh orang yang tidak dikenali yang kemudian menembakkan empat peluru ketubuhnya. Meskipun sopir dan asisten beliau telah berusaha melarikan ke rumah sakit Syaikh Zaid, namun karena parahnya luka yang diderita membuat ulama kharismatik Pakistan tersebut menghembuskan nafas terakhir sebelum tiba di rumah sakit.
Kabar peristiwa tersebut segera menyebar, yang membuat ribuan warga Syiah segera membanjiri rumah sakit. Mereka melaungkan takbir dan kecaman terhadap Pemerintah dan kepolisian Pakistan yang mendiamkan aksi-aksi terror yang telah menewaskan banyak ulama dan warga Syiah di Negara tersebut.
Geram dengan sikap pasif polisi, pengikut Allamah Nasir Abbas Multani mencegah kepolisian untuk mengambil jenazah ulama Pakistan tersebut untuk dikuburkan secara terhormat. Majelis Wahdat Muslimin mengumumkan kembali berlakunya tiga hari duka diseluruh Pakistan. Selain mengecam pemerintah, juru bicara lembaga tersebut juga menilai gagalnya kepolisian dan pihak keamanan Negara menjaga keamanan warga Syiah yang selalu menjadi korban terror dan pembunuhan.
Allamah Nasir Abbas merupakan pemimpin Majelis Wahdat Muslimin, berusia 42 tahun. Beliau mempunyai 6 orang anak perempuan dan seorang lelaki.