14 Desember 2013 - 06:11
Jangan Terlena oleh Tipu Daya Musuh

Jangan pernah tertipu oleh senyum manis dan uluran tangan musuh. Ketahuilah kebencian Amerika Serikat terhadap Iran karena Islamnya kita. Republik Islam Iran berdiri di atas pilar penolakan terhadap hegemoni dan imperialisme, dan ini menjadi ancaman besar bagi AS.

Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib Shalat Jumat Tehran Ayatullah Muhammad Ali Mauhidi Kermani menyatakan bangsa Iran tidak akan pernah mengizinkan martabat dan kehormatan Republik Islam dihina dalam perundingan nuklir. "Jangan pernah tertipu oleh senyum manis dan uluran tangan musuh. Ketahuilah kebencian Amerika Serikat terhadap Iran karena Islamnya kita. Republik Islam Iran berdiri di atas pilar penolakan terhadap hegemoni dan imperialisme, dan ini menjadi ancaman besar bagi AS. Sebagaimana yang pernah diutarakan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamanei, bahwa keterbelakangan adalah juga sebuah kesalahan. Dalam suasana damai, kita tetap tunjukkan diri kita sebagai bangsa yang pemberani dan berwibawa dan dalam kondisi perang, kita juga menunjukkan diri bukan bangsa penakut."

Ayatullah Mohammad Movahid Kermani dalam Khotbah shalat Jumat di Universitas Tehran mengatakan perundingan nuklir Iran dan kelompok 5+1 berdasarkan situasi yang setara antara kedua belah pihak. Tapi, Barat yang rakus ingin mengharapkan lebih dari Iran.

"Kita bisa saja berunding dan menjalin kerjasama, namun tetap harus diperhatikan apa yang kita berikan, sebesar itu pula yang harus kita dapatkan. Hanya untuk menunjukkan niat yang baik dalam hal ini adalah kesalahan, musuh tetaplah musuh yang akan selalu memberikan permusuhannya. Kita tidak akan pernah lupa, tinta perjanjian antara kita dan mereka belum juga kering tapi mereka telah mengeluarkan pernyataan yang menyakitkan bahwa mereka tidak akan memberi kepercayaan pada Iran dan Presidennya." Lanjut khatib Jum'at Teheran tersebut Jum'at (13/12) dihadapan jutaan jama'ah Jum'at di Universitas Tehran.

Beliau selanjutnya menegaskan bahwa perundingan nuklir merupakan kesempatan yang baik untuk memperkenalkan nilai dan cita-cita perdamaian Republik Islam kepada publik dunia.

"Juru runding Iran harus membuktikan kepada dunia bahwa seluruh aksi Barat terutama AS tidak lebih dari penyebaran proyek Iranophobia," tegasnya. Faktor penyebab kebencian AS terhadap Iran menurutnya sejak dahulu hingga kini adalah masalah identitas Republik Islam.

Di bagian lain khutbahnya, Khatib Jumat Tehran mengatakan, "Musuh senantiasa terjaga, karenanya kitapun harus senantiasa berada dalam kewaspadaan. Ketika musuh menyebarkan propaganda dan ajaran sesat mereka melalui suara dan gambar diseluruh penjuru dunia, kitapun harus mampu menangkalnya dengan melakukan hal yang sama, menyebarkan gambar dan suara-suara Qur'ani. Ketika seorang muslimah dengan menggunakan hijab yang tidak terjaga memasuki sebuah toko, dia akan malu sendiri ketika ia temui didalam toko tersebut terpajang nasehat dan seruan-seruan Islam untuk menjaga hijabnya dan tidak mengotori masyarakat. Jika masyarakat kita penuh dengan seruan Qur'ani, kalian akan melihat musuh tidak akan memiliki ruang untuk menyimpangkan masyarakat dari  jalan yang lurus."

488527